Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 02:42 WIB

IHSG Koreksi,Cermati Sektor Perkebunan, Konsumsi

Oleh : Agustina Melani | Rabu, 20 Februari 2013 | 03:00 WIB
IHSG Koreksi,Cermati Sektor Perkebunan, Konsumsi
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan sejak pekan lalu, IHSG ditutup melemah tipis 0,21% ke level 4.602,06 pada Selasa (19/2/2013). Koreksi IHSG yang terjadi dinilai koreksi sehat dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar.

Analis PT Recapital Securities, Agustini Hamid menuturkan, kalau dilihat dari sisi teknikal, koreksi yang terjadi merupakan koreksi yang sehat. Hal ini karena idealnya untuk membentuk level baru seharusnya memang konsolidasi. Namun, pergerakan IHSG kali ini memang lebih dilandasi karena faktor fundamental terutama investor asing agresif melakukan pembelian. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2013, total pembelian saham oleh investor asing capai Rp12,37 triliun

"Koreksi yang terjadi pada Selasa (19/2/2013) dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan buy on weakness terutama pada saham-saham yang turun signifikan seperti perkebunan dan konsumsi," ujar Agustini saat dihubungi INILAH.COM, Selasa (19/2/2013).

IHSG ditutup melemah 0,21% ke level 4.602,06 pada perdagangan saham Selasa (19/2/2013). Pergerakan IHSG di kisaran 4.581,52-4.618.70 pada hari ini. Total volume perdagangan saham mencapai 14,39 miliar saham senilai Rp6,85 triliun. Investor asing melakukan aksi beli bersih mencapai Rp707,65 miliar. Berikut petikan wawancaranya:

1. Faktor apa yang mempengaruhi pergerakan indeks saham sejak awal pekan ini?
Faktor yang mempengaruhi pergerakan IHSG awal pekan ini masih fokus pembelian investor asing pada saham-saham di Indonesia. Secara teknis saham-saham di Jakarta Composite Index (JCI) sudah masuk ke wilayah Overbought (jenuh beli) dilihat dari analisa tekhnikal modern atau beberapa indikator seperti w%R dan RSI. Dalam satu pekan terakhir, dana asing yang mengalir masuk ke lantai bursa mencapai Rp 1,89 triliun.

2. Sektor saham apa saja yang menjadi penggerak indeks saham?
Sektor penggerak indeks pada selasa (19/2/2013) adalah saham-saham di sektor perbankan (keuangan) dan sektor pertambangan (mining).

3.Pada pekan ini, apa saja yang harus dicermati oleh pelaku pasar?
Yang perlu dicermati adalah released data-data ekonomi yang Amerika terutama data-data perumahan dan Producer Price Index sementara dari bursa regional di China adalah data Actual FDI (Foreign Direct Investment) meenurut survey FDI di China ada penurunan dari sebelumnya 4,5% menjadi 4,2%. Sementara dari dalam negeri (Indonesia) fokus investor masih pada laporan keuangan beberapa emiten besar (big cap) karena yang baru keluar adalah saham-saham sektor perbankan. Selain itu sentimen individual dari saham-saham grup Bakrie juga layak dicermati. Investor saat ini menunggu langkah apa yang akan diambil grup tersebut dalam mengatasi permasalahan internalnya.

4. Apakah hingga akhir pekan, IHSG ada potensi melemah?
Kalau dilihat dari sisi tekhnis koreksi yang terjadi di IHSG merupakan koreksi yang sehat karena idealnya untuk membentuk level baru seharusnya memang konsolidasi dulu namun pergerakan IHSG kali ini memang lebih dilandasi karena faktor fundamental terutama karena agresifnya investor asing dalam melakukan pembelian. IHSG diperkirakan masih bergerak mixed. Potensi melemah atau menguat tetap pada akumulasi asing karena kita tahu memang asing masih mendominasi perdagangan yaitu sekitar 60% dari total transaksi.

5.Volume perdagangan saham cukup tinggi pada Selasa (19/2/2013) mencapai 14,39 miliar. Faktor apa yang mempengaruhinya?
Volume yang tinggi pada perdagangan Selasa (19/2/2013) disebabkan karena transaksi yang aktif di saham-saham grup Bakrie.

Komentar

Embed Widget
x