Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 18:11 WIB

Irwan Ariston Napitupulu

Kita Akan Temukan Level IHSG yang Lebih Tinggi

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 18 Februari 2013 | 03:00 WIB
Kita Akan Temukan Level IHSG yang Lebih Tinggi
Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Dari sisi grafik, tren IHSG saat ini masih bullish. Karena itu, pelaku pasar akan selalu menemukan level harga yang lebih tinggi. Ikuti saja arusnya hingga level berapa!

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu mengatakan hal itu. Menurut dia, dalam situasi IHSG yang bullish jangan dilawan dengan melakupan profit taking. Sebab, pelaku pasar akan selalu menemukan level harga IHSG yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. "Karena itu, jika saham yang dipegang sudah naik signifikan, jika mau dialihkan ke saham lain, silahkan. Jika indeks naik, saham stagnan, pindahkan ke saham yang naik," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Jumat (15/2/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 22,876 poin (0,50%) ke angka 4.611,549. Intraday terendah 4.588,236 dan tertinggi 4.616,001 sekaligus rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Rekor tertinggi sebelumnya di level 4.601,952 yang terbentuk pada Kamis (14/2/2013). Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG terus mencetak rekor dan terakhir di 4.616. Bagaimana Anda melihat arah berikutnya?

Dari sisi grafiknya, tren IHSG saat ini masih bullish. Pelaku pasar tinggal mengikuti arusnya hingga level berapa. Dalam situasi bullish jangan dilawan dengan profit taking. Sebab, kita akan selalu menemukan level harga IHSG yang lebih tinggi lagi, lalu lebih tinggi lagi.

Seberapa besar potensi aksi ambil untung yang kemungkinan dilakukan pelaku pasar?

Memang, biasanya, pada level tertinggi baru, mengundang orang untuk merealisasikan keuntungan akibat takut pada level ketinggian. Ini merupakan penyakit wajar yang terjadi pada trader jangka pendek. Mereka grogi saat mendapat untung tapi jika rugi justru mereka tidak grogi.

Trader jangka pendek pada umumnya, setelah untung 7-10% merasa grogi sehingga tergoda untuk profit taking karena takut hilang keuntungannya. Tapi, saat rugi hingga 30% justru mereka tahan dan baru grogi jika rugi hingga 50% dari saham yang dibelinya. Karena kenaikan indeks sudah signifikan, memang ada kemungkinan juga terjadi profit taking dalam sepekan ke depan.

Kapan waktu yang pas untuk profit taking?

Saya sebagai trader, tidak pernah tahu kapan timingnya akan terjadi profit taking dan di level mana. Setelah terjadi, barulah tahu. Trader seperti saya, ikuti saja tren bullish-nya. Selama profit taking terjadi secara wajar dan pada akhirnya ternyata naik lagi, kenapa saya harus jual saham yang saya punya.

Memang ada sebagian trader yang profit taking. Tapi, smart trader akan segera masuk lagi dengan cara average up (menambah pembelian). Yang semula profit taking, akhirnya dia beli pada harga yang jauh lebih tinggi dari harga saat dia jual. Pada akhirnya ketinggalan terus. Jadi, selama IHSG rally lebih baik ikuti saja hingga grafik menunjukkan saatnya jual.

Apakah posisi IHSG bisa dijadikan patokan untuk merealisasikan keuntungan?

Untuk profit taking, kita hanya menjadikan level IHSG sebagai pantauan dan bukan patokan. Sebab, bisa jadi, IHSG turun tapi saham yang dipegang justru naik. Bisa saja, 150 saham turun, tapi 70 saham naik dan saham yang kita pegang masuk di 70 saham itu. Jadi, dari lima saham, bisa saja empat naik dan hanya satu yang turun. Jadi, ikuti saja gerak sahamnya. Jadi, untuk trading jangka pendek, level IHSG tidak menjadi patokan.

Apa saran Anda untuk para trader?

Saya sarankan semua trader lebih fokus pada sahamnya. Sebab, akhir pekan kemarin saja IHSG naik di atas 0,50% tapi ada 107 saham yang turun. Jadi, kalaupun IHSG bullish, jika level cut loss saham yang kita pegang sudah kena, harus segera dibuang, karena sahamnya tidak bagus. Tinggal ganti saham yang sedang naik. Itulah kalau kita trading, beda dengan investasi. Jadi, trader tidak bermain pada IHSG.

Apa risikonya jika pelaku pasar berpatokan pada level IHSG?

Dikhawatirkan, jika support IHSG terpecahkan, orang-orang justru jualan saham. Padahal, saham yang dipegangnya dalam tren bullish. Kalau fokus pada saham per saham, bisa saja IHSG turun, tapi portofolio kita naik. Jadi, trader bisa berpindah-pindah dari saham-saham yang naiknya hampir habis ke saham-saham yang sedang naik. Itulah trader. Trader tidak peduli dengan level IHSG, tidak peduli dengan fundamental saham, dan berita-berita. Trader hanya peduli dengan grafik saham yang dipegangnya.

Secara global, indeks saat ini sedang bullish. Tapi, jangan dijadikan patokan untuk buy atau sell. Sebab, saat IHSG bullish, ada saham yang naik, tapi ada juga yang turun bahkan stagnan.

Kembali ke IHSG, hingga level berapa potensi tenaga pengutannya dan faktor apa?

Tenaga penguatan IHSG masih mendapat dukungan dari beberapa laporan kinerja emiten untuk full year 2012 yang dirilis cukup kinclong. Lalu, rata-rata bursa saham global juga menunjukkan kenaikan sehingga IHSG mendapat sentimen positif. Seolah-olah ekonomi Eropa sudah membaik.

Seolah-olah?

Sebab, kemarin data Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman mengalami kontraksi. Angkanya -0,6% untuk kuartal IV-2012 dari kuartal sebelmnya 0,2%. Angka tersebut di bawah estimasi sehingga terjadi profit taking. Tapi, secara grafik, indeks juga memang butuh cooling down.

Dalam sepekan ke depan, kita tidak tahu apakah akan ada berita-berita yang mengejutkan atau tidak. Dari data ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan. BI rate ditahan di level 5,75%. Trigger IHSG saat ini masih laporan kinerja emiten.

Level support dan resistance IHSG?

Setelah menembus level psikologis 4.600, target penguatan IHSG berikutnya adalah 4.700. Target berikutnya adalah 4.800. Saat ini, kita belum tahu hingga level berapa indeks naik. Selama IHSG naik, ya kita tetap bullish. Sedangkan level support untuk jangka menengah di angka psikologis 4.500.

Jadi, bagaimana strategi trading secara umum pada saham-saham saat IHSG rally seperti saat ini?

Intinya, tren IHSG masih bullish. Jangan dilawan! Ikuti saja arusnya! Jika saham yang dipegang sudah naik signifikan, jika mau dialihkan ke saham lain, silahkan. Jika indeks naik, saham stagnan, pindahkan ke saham yang naik.

Komentar

x