Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 11:43 WIB

Investor Asing Tetap Incar Investasi di Indonesia

Oleh : Agustina Melani | Selasa, 12 Februari 2013 | 19:06 WIB
Investor Asing Tetap Incar Investasi di Indonesia
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang cukup mengiurkan. Investor asing yang kepincut pun terus berupaya melakukan penggabungan usaha (merger) dan akuisisi terhadap perusahaan nasional.

Analis PT Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo menuturkan, saat ini investor asing memang terus berinvestasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Data investasi langsung investor asing (foreign direct investor) menunjukkan adanya kenaikan 26% atau sekitar US$23 miliar pada akhir 2012.

"Hal tersebut dapat menjadi cerminan bahwa investor asing masih berminat berinvestasi di Indonesia, khususnya pada sektor perbankan, ritel, pertambangan dan infrastruktur," tuturnya, Selasa (12/2/2013).

Lucky menambahkan, dalam lima tahun terakhir ada beberapa perusahaan asing sangat aktif melakukan akuisisi terhadap saham sektor perbankan dan pertambangan.

Lihat saha ketertarikan investor asing terhadap saham perbankan yang semakin jelas dalam 2-3 tahun ke depan."Sektor ini menjadi indikator utama pertumbuhan ekonomi termasuk Indonesia,"katanya.

Selain itu, minat investor asing untuk berinvestasi juga terlihat untuk sektor barang konsumsi dan ritel. Hal itu seiring dengan kenaikan populasi penduduk Indonesia yang terus meningkat didorong juga seiring kenaikan daya beli masyarakat.


Berikut adalah delapan perusahaan yang telah ataupun sedang dalam proses akuisisi oleh beberapa perusahaan asing:

1. Akuisisi saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) milik PT Multipolar Tbk (MLPL) oleh Temasek Holdings (Private) Limited.

2. Akuisisi yang dilakukan perusahaan Jepang Aeon Co Ltd dan unit bisnis perusahaan Thailand, Central Group terhadap saham PT PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) yang dimiliki CVC.

3. Akuisisi yang dilakukan perusahaan investasi asing yang berbasis di Malaysia, Creador, yang melakukan akuisisi terhadap perusahaan sereal PT Simba Indosnack Makmur.

4. Akuisisi yang dilakukan Bank terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, DBS Group Holdings Ltd (DBS) yang mengambil alih 67,37% saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN).

5. Penjajakan untuk mengakuisisi PT Rabobank Indonesia oleh indikasi tiga investor institusi yakni Commonwealth Bank of Australia, Industrial and Commercial Bank of China dan Qatar National Bank.

6. Aksi akusisi yang dilakukan perusahaan asuransi asal Jepang, Dai-ichi Life Insurance dan Fukoku Mutual Life Insurance yang berpeluang besar mengakuisisi 40% saham PT Panin Life Insurance, anak usaha PT Panin Financial Tbk (PNLF).

7. Akuisisi yang dilakukan perusahaan Investasi asal Singapura, Gallant Venture Ltd yang membeli saham distributor otomotif Indonesia, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

8. Aksi akuisisi yang dilakukan Northstar Grup kepada Retower Asia melalui Clover Universal Enterprise Ltd yang diperkirakan akan sukses jika berhasil memborong saham hasil penawaran saham terbatas (right issue) PT Centrin Online Tbk (CENT).

[ast]

Komentar

x