Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 09:36 WIB

Didorong Pelemahan Rupiah

IHSG Melemah 2,4% Pada Pekan Ini

Oleh : Agustina Melani | Sabtu, 12 Januari 2013 | 10:40 WIB
IHSG Melemah 2,4% Pada Pekan Ini
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 104,11 poin atau 2,4% pada pekan ini yang didorong dari sentimen Rupiah melemah dan kekhawatiran terhadap ekonomi Amerika Serikat mengingat banyak pekerjaan rumah yang harus dihadapi.

Pelemahan dipimpin oleh indeks saham JII sebesar 3,51%, diikuti ISSI sebesar 3,03%, IDX30 sebesar 3,01%, dan LQ45 sebesar 2,92%. Pada pekan kemarin, pergerakan indeks sektoral mayoritas bergerak negatif yang didorong oleh indeks saham aneka industri yang melemah 6,09%, indeks perkebunan melemah 4,63%, dan indeks manufaktur sebesar 3,58%. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pekan ini, investor asing melakukan aksi beli mencapai Rp1,27 triliun. Namun menjelang akhir pekan ini, investor melakukan aksi jual senilai Rp490,2 miliar.

Pada perdagangan saham Jumat (11/1/2013), IHSG ditutup melemah 11,45 poin atau 0,26% ke level 4.305,91. IHSG bergerak di level 4.301,49-4.341,76. Nilai perdagangan saham mencapai Rp4,58 triliun dengan volume perdagangan saham 3,66 miliar saham.

Menurut Analis PT Trust Securities Reza Priyambada, ketika IHSG telah mencapai level tertinggi mendorong pelaku pasar untuk melakukan aksi jual. Apalagi IHSG dinilai telah memasuki area overbought sehingga berpeluang koreksi. Selain itu, sentimen negatif datang dari Rupiah yang melemah pada pekan ini. "Pelemahan Rupiah kian dalam turut mempengaruhi penilaian pelaku pasar terhadap kinerja emiten, terutama untuk emiten yang memiliki eksposur utang dalam bentuk US$. Sentimen negatif ini yang akhirnya menghalau January Effect," kata Reza saat dihubungi INILAH.COM, akhir pekan ini.

Lebih lanjut Reza mengatakan, rencana the Fed memberhentikan pembelian obligasi dan perkiraan stimulus China akan berkurang karena kenaikan inflasi juga memberikan sentimen negatif terhadap indeks saham.


Sementara itu, dalam riset PT Henan Putihrai terulis ada pergerakan relative rotation pada sektor-sektor saham dalam 10 hari terakhir mengindikasikan perkebunan dan pertambangan masih berada pada leading quadrant. Sementara itu, sektor aneka industri berada di weakening quadrant. Sedangkan sektor saham yang berada di wilayah potensi naik seperti kontruksi, properti, infrastruktur dan perbankan.

"Kami percaya bahwa sektor infrastruktur, properti dan perbankan masih layak dicermati sepekan mendatang," seperti dikutip dalam riset PT Henan Putihrai.

Selain itu, pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS akan memberikan dampak negatif pada industri yang berorientasi impor serta memiliki eksposur utang dalam kurs Dollar dengan penjualan dalam Rupiah, seperti aneka industri dan perdagangan.

Reza menambahkan, IHSG akan berada di rentang support 4.260-4.307 dan resistance 4.325-4.370 pada pekan depan.

Komentar

x