Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 14:59 WIB

Nilai Tukar Rupiah Pukul Telak IHSG

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 9 Januari 2013 | 16:20 WIB
Nilai Tukar Rupiah Pukul Telak IHSG
Inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG mengakhiri perdagagan Rabu (9/1/2013) dengan pelemahan signifikan seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Kurs berdampak negatif pada emiten yang bereksposur tinggi pada dolar AS.

Pada perdagangan Rabu (9/1/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 34,617 poin (0,79%) ke posisi 4.362,928. Volume perdagangan mencapai 4,8 miliar saham senilai Rp5,1 triliun.

Investor asing dalam posisi net buy mencapai Rp66,4 miliar. Indeks dipengaruhi 187 saham melemah, 85 saham menguat dan 97 saham stagnan. Indeks tidak dapat mempertahankan posisi di atas level 4.400. Level tertinggi hari ini di 4.411,77 dan terendah di 4.349,79.

Indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 terpangkas 1,01%, indeks JII turun 0,9%, indeks ISSI turun 0,8% dan IDX30 turun 0,9%. Pelemahan terdalam dialami saham pertambangan 1,3% disusul saham sektor infrastruktur dan perdagangan 1,2%. Sedangkan saham sektor aneka industri tak mampu membawa indeks ke zona positif meski menguat 0,3%.

Sementara bursa saham Asia mayoritas menguat dengan musim kuartalan yang positif di AS. Indeks Nikkei naik 0,8%, indeks Hang Seng naik 0,4%, indeks Shanghai naik tipis 0,1%, indeks Taiwan lebih tinggi 0,2%, indeks STI naik 0,3% an indeks ASX naik 0,4% serta indeks Kospi turun 0,2%.

Demikian juga dengan bursa saham Eropa bergerak menguat pada pembukaan perdagangan. Penguatan ini seiring bursa saham Asia setelah Alcoa meraih laba dalam awal musim kuartalan AS. Indeks FTSE naik 0,3% ke 6.071, indeks CAC lebih tinggi 0,3% ke 3.720,40 dan indeks DAX naik 0,2% ke 7.713,40.

Purwoko Sartono, Research Analyst dari PT Panin Sekuritas mengatakan, IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini di tengah menguatnya sebagian bursa regional menyusul ekspektasi positifnya kinerja korporasi di AS. "Laporan keuangan korporasi merupakan indikator penting untuk menunjukkan ekonomi suatu negara," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (9/1/2013).

Sementara itu, lanjut dia, dari dalam negeri anjloknya nilai tukar rupiah menjadi katalis negatif bagi IHSG. "Pelemahan kurs ini diproyeksikan akan membayangi pergerakan saham, terutama yang memiliki exposure dollar yang tinggi," ujarnya.

Di atas semua itu, untuk Kamis (10/1/2013), Purwoko memproyeksikan, IHSG masih bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. "Kisaran support-resistance 4.330-4.385," imbuh Purwoko.

Komentar

Embed Widget
x