Find and Follow Us

Rabu, 22 Januari 2020 | 07:14 WIB

Thendra Crisnanda

Pemodal Tak Bisa Simpan Saham

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 26 November 2012 | 03:00 WIB
Pemodal Tak Bisa Simpan Saham
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Dalam sepekan ke depan, laju IHSG diprediksi fluktuatif cenderung menguat terbatas. Dalam situasi ini, pemodal dinilai tak bisa menyimpan saham melainkan short term trading.

Thendra Crisnanda, analis BNI Securities mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurut dia, paling lama pemodal memegang saham selama 3 hingga 5 atau sepkan perdagangan saham. Menurutnya, dalam situasi pasar saat ini, pemodal tidak bisa menyimpan saham karena kondisi pasar yang fluktuatif.

Kecuali, kata dia, kalau bermain untuk jangka menengah. "Itupun hanya cocok menyimpan saham-saham berbasis konsumsi domestik di sektor consumer goods, dan saham-saham yang tahan terhadap krisis yaitu saham-saham di sektor konstruksi. Itu bisa jadi pilihan," kata dia.

Pada perdagangan Jumat (23/11/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 12,88 poin (0,30%) ke posisi 4.348,808 dengan intraday tertinggi 4.351,715 dan terendah 4.325,744. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 1,96 poin (0,26%) ke angka 746,407. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat 0,30% akhir pekan lalu. Apa yang terjadi?

Itu dipicu oleh perbaikan data dari Jerman. Data konsumsi, ekspor, dan private comsumption mengalami pertumbuhan pada Kuartal III-2012 dari prediksi turun. Ekspor Jerman naik 1,4%, pengeluaran pemrintah 0,4%, dan private consumption naik 0,3%.

Selain itu, indeks juga mendapat dukungan dari potensi adanya pemberian bantuan kembali kepada Yunani dari International Monetary Fund (IMF) dan negara-negara zona euro lainnya. Ini akan terjadi pada negosiasi Euro Group awal pekan, Senin (26/11/2012) sehingga pasar memiliki harapan.

Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG dalam sepekan ke depan?

Dalam sepekan ke depan, saya perkirakan, IHSG masih akan berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas.

Apa yang membuat IHSG masih fluktuatif?

Sebab, meski data-data ekonomi membaik di China dan Jerman, tapi kita melihat pemulihan ekonomi tidak akan terjadi secara singkat. Karena itu, IHSG akan fluktuatif.

Untuk Yunani, masih membutuhkan negosiasi dengan Euro Zone dan IMF. Tapi, kita lihat sendiri, beban dari negosiasi tersebut masih deadlock terutama perihal penurunan biaya bunga pinjaman Yunani. Itu yang sekarang menjadi permasalahan.

Sebab, target pada 2020, seharusnya rasio utang Yunani terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di level 120%. Tapi, karena deadlock pada masalah penurunan bunga, perkiraan rasio utang terhadap PDB, masih tinggi di level 124%.

Selain faktor Yunani?

Selain itu, yang bisa menjadi katalis negatif bagi IHSG dalam sepekan ke depan adalah pernyataan dari lembaga pemeringkat Standard & Poors, bahwa satu dari tiga negara di zona euro, peringkat utangnya akan dipangkas kembali satu peringkat tahun depan.

Dari tiga negara itu, mana yang paling potensial?

Yang paling potensial untuk diturunkan adalah Perancis yang sekarang berada di level AA+. Tahun depan, ada potensi diturunkan ke AA.

Level support dan resistance IHSG?

Dalam sepekan ke depan, IHSG memiliki support 4.316 dan resistance 4.387.

Meski fluktuatif, cenderung menguat atau melemah?

Jika melihat data-data ekonomi yang akan dirilis ke depan, indeks cenderung menguat terbatas. Antara lain, data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk Kuartal III-2012 yang sudah diprediksi mengalami peningkatan ke 2,8% dari kuartal sebelumnya 2%. Karena itu, meski fluktuatif, IHSG memiliki potensi kenaikan meskipun akan terbatas. Fluktuatif cenderung menguat terbatas.

Saham-saham pilihan Anda?

Untuk saham-saham pilihan, saya lebih merekomendasikan saham-saham lapis dua dan tiga. Salah satunya yang bisa diperhatikan adalah PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO.JK), lalu PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM.JK), PT Pelita Sejahtera Abadi (PSAB.JK), PT Erajaya Swasembada (ERAA.JK), dan PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS.JK).

Untuk bluechips, saya menyarankan PT Indofood Sukses Makmur (INDF.JK) dan PT Mayora Indah (MYOR.JK).

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Untuk saat ini, strategi kita adalah short term trading pada saham-saham tersebut. Paling lama, 3-5 hari. Satu minggu. Dalam situasi pasar saat ini, pemodal tidak bisa menyimpan saham karena kondisi pasar yang fluktuatif. Kecuali, kalau bermain untuk jangka menengah. Itupun hanya cocok menyimpan saham-saham berbasis konsumsi domestik di sektor consumer goods, dan saham-saham yang tahan terhadap krisis yaitu saham-saham di sektor konstruksi. Itu bisa jadi pilihan.

Komentar

x