Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 03:51 WIB

Kali Ini, Dampak Strategi Window Dressing Kecil

Oleh : Restu A Putra | Sabtu, 10 November 2012 | 19:20 WIB
Kali Ini, Dampak Strategi Window Dressing Kecil
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Dengan penguatan yang telah dialami IHSG tahun ini, diperkirakan fenomena window dressing memicu kenaikan hanya sekitar 2 persen pada saham-saham blue chip.

Dalam pasar saham, window dressing dapat diartikan sebagai kecenderungan harga saham menguat menjelang penutupan akhir tahun di bulan Desember. Investor akan mengambil keuntungan jangka pendek karena harga saham diperkirakan akan naik pada bulan tersebut.

Pengamat pasar modal, John Veter mengatakan Window dressing biasanya terjadi kalau pasar saham mengalami penurunan. Namun kenyataannya IHSG secara year to date telah mengalami kenaikan sebesar 13%. Dengan catatan ini, dampak window dressing sangat kecil.

"Pasar saham kita year to date naik 13%, tapi kemungkinan terjadi ada 1%-2% terhadap saham-saham blue chip," kata dia saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (10/11/2012).

Pada penutupan perdagangan perdana tahun 2012 yaitu 3 Januari 2012, IHSG berada di level 3.857,99. Saat ini rekor tertinggi penutupan di 4.356,97 pada perdagangan 18 Oktober 2012.

Ia mengatakan secara siklus tahunan, fenomena window dressing akan mempengaruhi pasar saham terutama Desember.Namun untuk kali ini, hanya beberapa emiten saja yang akan menggunakan strategi window dressing.

"Investor jangan dekati saham second liner karena akan susah, dengan fenomena strategi window dressing ini bisa pilih sektor blue chip di sektor properti, keuangan dan konsumen," ujarnya.

Selain itu melihat potensi menurunnya harga komoditas glogal di kuartal keempat 2012, John juga menyarankan investor bisa mengoleksi saham-saham tambang dengan fundamental bagus seperti PTBA. [hid]

Komentar

Embed Widget
x