Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Maret 2019 | 00:30 WIB

Pasar Tertekan Risiko Yunani dan Italia

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 29 Oktober 2012 | 18:55 WIB

Berita Terkait

Pasar Tertekan Risiko Yunani dan Italia
inilah.com

INILAH.COM, Jakarta IHSG melemah tipis dan rupiah ditutup stagnan. Pasar kembali dicemaskan oleh krisis utang Yunani dan risiko politik yang muncul di Italia.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah di awal sesi dipicu oleh kembali memburuknya kekhawatiran atas masalah krisis utang di zona Eropa. Terutama, dengan Yunani yang belum mencapai kata sepakat dengan Troika atas rencana penghematan fiskalnya.

Di lain pihak, lanjutnya, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schuble menolak untuk memberikan persetujuan atas rencana restrukturisasi utang Yunani. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.615 dengan level terkuat 9.600 dari posisi pembukaan 9.610 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/10/2012).

Kurs rupiah $ terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (29/10/2012) ditutup stagnan pada level 9.600/9.610.

Padahal, lanjut Firman, restrukturisasi itu menjadi kunci untuk pemberian tambahan waktu bagi Yunani untuk mencapai target defisitnya.

Pada saat yang sama, pasar juga mendapat tekanan negatif setelah Italia harus menghadapi risiko politik setelah Pimpinan Partai Liberty, salah satu partai pendukung koalisi pemerintahan Perdana Menteri Mario Monti, mengancam untuk menarik dukungan dari partai koalisi. "Kondisi itu memperparah sentimen dari rilis data ekonomi Jepang tadi pagi yang tidak begitu menggembirakan," ungkap dia.

Penjualan ritel Jepang masih tidak menggembirakan jadi o,4% untuk September 2012 dari prediksi 1% dan publikasi bulan sebelumnya 1,8%.

Begitu juga dengan rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dirilis di atas ekspektasi jadi 2%. Ini juga jadi daya dorong penguatan dolar AS dan jadi tekanan negatif bagi rupiah. "Sebab, sentimen juga mengurangi agresivitas dari The Fed dalam melonggarkan moneternya," ungkap Firman.

Tapi, Firman menggarisbawahi, pelemahan rupiah masih dibatasi seiring investor yang masih enggan mendorong pelemahan rupiah cukup dalam. Sebab, besok, Selasa (30/10/2012) pasar akan mendapatkan sentimen positif dari pelonggaran moneter Bank of Japan (BoJ). "Moneter longgar Jepang diprediksi akan ditambah sebesar 10 triliun yen menjadi 90 triliun yen," papar dia.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 80,215 dari sebelumnya 80,068. "Terhadap euro, dolar AS running, masih ditransaksikan menguat ke level US$1,2898 dari sebelumnya US$1,2938 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Purwoko Sartono, analis Panin Securities mengatakan, IHSG mengawali pekan ini dengan pelemahan tipis seiring dengan sentimen negatif dari bursa regional. IHSG melemah tipis 7,788 (0,18%) ke posisi 4.331,365. "Ini menyusul dari laporan keuangan di AS yang di bawah estimasi," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, dorongan positif datang dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS serta data ekonomi. "Ekonomi AS untuk kuartal III-2012 tumbuh 2% atau lebih tinggi dari estimasi yang sebesar 1,8%," ujarnya.

Dia menjelaskan, ekonomi AS Kuartal III-2012 didorong oleh belanja konsumen, pertahanan, dan konstruksi perumahan.

Selain faktor AS, pasar juga diwarnai kekhawaatiran dari masalah utang Eropa. "Kekuatiran muncul setelah Menteri Keuangan Jerman mengatakan keraguannya Yunani dapat memenuhi persyaratan untuk menerima dana bantuan yang berikutnya," tuturnya.

Di atas semua itu, Purwoko memperkirakan, laju IHSG Selasa (30/10/2012) masih akan bergerak moderat dengan kecenderungan melemah mengekor pelemahan bursa regional. "Pasar juga masih menanti keluarnya pengumuman kinerja emiten untuk kuartal III-2012. Kisaran support-resistance 4.310-4.348," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x