Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 11:19 WIB

BEI Targetkan 50 Emisi Obligasi Tahun Depan

Oleh : Agustina Melani | Rabu, 24 Oktober 2012 | 19:12 WIB
BEI Targetkan 50 Emisi Obligasi Tahun Depan
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 50 emisi obligasi korporasi dan 60 seri obligasi negara dapat dicatatkan di BEI pada 2013.

Hingga kini, telah 47 emisi obligasi korporasi yang telah dicatatkan di BEI dengan total emisi obligasi sebesar Rp49,08 triliun dan US$20 juta. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menuturkan, jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu hanya 42 emisi untuk penerbitan obligasi.

Penerbitan obligasi yang marak dilakukan didukung prospek positif mengingat laju inflasi dan tren suku bunga perbankan (BI Rate) yang cenderung di level rendah.

Hingga kini, sudah ada 22 perusahaan yang telah menyampaikan rencana akan menerbitkan obligasi dengan 20 perusahaan di antaranya sudah mendapatkan kontrak pendahuluan. "Dua perusahaan lainnya sedang diproses untuk menerbitkan obligasi," kata Hoesen, Rabu (24/10/2012).

Selain itu, BEI juga menargetkan 55 emiten melakukan penawaran umum terbatas (PUT)/rights issue sepanjang 2013. Sisi lain, BEI akan melakukan investasi yang diprediksikan mencapai Rp58,91 miliar atau naik 23,66% dibandingkan revisi Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RAKT) 2012 sebesar Rp47,64 miliar.

Kenaikan ini disebabkan di 2013 kami berencana melakukan inisiatif investasi strategis di bidang teknologi informasi pada sistem perdagangan, portal media sosial untuk pengembangan pasar serta sistem untuk pengembangan emiten dan anggota bursa.

Direktur Teknologi Informasi BEI, Adikin Basirun menuturkan, investasi teknologi informasi yang akan dilaksanakan diantaranya adalah investasi pada sistem perdagangan bursa Jakarta Automated Trading System Real Time (JATS-RT) sebesar Rp1,86 miliar, Datafeed Fixed Income sebesar Rp3,41 miliar.

Aplikasi kegiatan pendukung sistem perdagangan sebesar Rp1,41 miliar, sistem fixed income sebesar Rp12,60 miliar, pengembangan workflow dan dashboard emiten 1,32 miliar, portal media sosial sebesar Rp1 miliar, pengembangan infrastruktur untuk pengembangan sistem sebesar Rp5,65 miliar dan sistem monitoring infrastruktur sebesar Rp1,20 miliar.

"Kami juga akan menginvestasikan backup sistem perdagangan sebesar Rp10 miliar, sisten pengawasan Rp3,67 miliar, hardware yang turun tipis menjadi Rp2,60 miliar, HRIS Rp1,60 miliar, renovasi ruang kantor dan Pusat Informasi Pasar Modal sebesar Rp3,08 miliar, dan investasi IDX Net yang mencapai Rp253 juta," tutur Adikin. [hid]

Komentar

x