Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 03:04 WIB

Pasar Melihat Ancaman Zona Euro Meningkat

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 24 Oktober 2012 | 18:55 WIB
Pasar Melihat Ancaman Zona Euro Meningkat
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG menguat tapi rupiah masih stagnan di level lemah. Pasar melihat peningkatan ancaman resesi zona euro setelah data manufaktur dirilis negatif.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, berkutatnya rupiah di level pelemahan masih dipicu oleh sentimen global yang juga masih cukup lemah seiring imbas negatif dari laju bursa saham global pascarilis kinerja emiten besar di AS yang negatif.

Pada saat yang sama, lanjut dia, pasar masih tetap mencemaskan Spanyol yang pertumbuhan ekonominya memburuk sebagaimana diestimasikan oleh Bank Sentral Spanyol. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.620 dan 9.600 menjadi level terkuatnya dari posisi pmbukaan di angka 9.605 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Kurs rupiah $ terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (24/10/2012) ditutup stagnan di level pelemahan 9.610/9.620.

Data resmi Produk Domestik Bruto (PDB) Spanyol baru akan dirilis pada 30 Oktober mendatang. "Tapi, ini cukup mencemaskan pasar karena sebelumnya Moody's Investor Service memangkas peringkat kredit lima pemerintah daerah di Spanyol," ujarnya.

Selain Spanyol, lanjutnya, pasar juga kembali cemas dengan kondisi ekonomi zona euro secara keseluruhan. "Terutama, setelah data-data yang dirilis sore ini menunjukkan meningkatnya ancaman resesi di zona euro," timpal Firman.

Pasar sudah mendapatkan data manufaktur dan Jasa dari Jerman. Angkanya sudah dirilis melandai jadi 45,7 dari sebelumnya 47,4. Sentimen bisnis Jerman juga dirilis melemah di level 100 dari 101,4.

Begitu juga dengan indeks manufaktur Perancis dan zona euro yang tidak menggembirakan. Indeks manufaktur Perancis memang agak membaik jadi 43,5 dari sebelumnya 42,7 tapi lebih rendah dari prediksi 44.

Sementara itu, indeks manufaktur zona euro secara keseluruhan juga menunjukkan angka yang lemah jadi 45,3 dari angka sebelumnya 46,1. "Ini menunjukkan ancaman yang tengah membayangi zona euro," tandas Firman.

Pada saat yang sama, lanjut dia, investor tampak berhati-hati mencermati pertemuan Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi dengan Parlemen Jerman yang masih berlangsung sekarang.

Namun demikian, pasar juga masih konsolidasi jelang keputusan suku bunga dan kebijakan moneter The Fed pada Federal Open Market Committe dini hari nanti. "Jadi, walaupun data China tadi pagi cukup positif, tapi pasar lebih fokus pada AS dan Eropa," ungkap dia.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 80,065 dari sebelumnya 79,976. "Terhadap euro, dolar AS masih running ditransaksikan menguat ke US$1,2938 dari sebelumnya US$1,2985 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Purwoko Sartono, analis Panin Securities mengatakan, IHSG berhasil mendarat di zona positif setelah menguat 5,23 poin (0,12%) ke posisi 4.335,375 seiring rilis kinerja emiten untuk kuartal III-2012 yang diantisipasi pasar dengan aksi beli saham. Penguatan ini terjadi, kata dia, di tengah penurunan yang terjadi pada bursa regional.

"Bursa regional menyusul Wall Street yang melemah cukup besar sehubungan laporan keuangan emiten besar yang mengecewakan," kata dia.

Sementara itu, bursa Eropa juga mengalami koreksi. "Koreksi ini setelah Spanyol mengumumkan pertumbuhan negatif Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2012 dan menggenapi penurunan selama 5 kuartal," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, laporan keuangan emiten di Eropa juga mengecewakan. " Pengumuman data industri jasa dan manufaktur di Eropa juga membayangi gerak bursa regional hari ini," timpal Purwoko.

Komentar

Embed Widget
x