Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 22:59 WIB

Target IHSG 4.350, Aksi Jual Saham Tak Penting

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 14 September 2012 | 16:07 WIB
Target IHSG 4.350, Aksi Jual Saham Tak Penting
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG menguat fantastis dan cetak rekor baru 4.256,998 seiring euforia pasar atas Quantitative Easing (QE) The Fed. Aksi jual saham pun dinilai jadi tak penting. Seperti apa?

Pada perdagangan Jumat (14/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup dengan rekor baru di 4.257 setelah menguat 86,3 poin atau 2,07%. Investor asing mengalami net buy hingga Rp1,3 triliun.

Volume perdagangan 6,1 miliar saham senilai Rp6,7 triliun. Pada penutupan perdagangan hari ini tercatat 209 saham menguat, 53 saham melemah dan 100 saham stagnan. Indeks terus menguat seiring sentimen positif dari keputusan Federal Reserve AS yang melakukan pembelian obligasi hipotik US$40 miliar per bulan dan mempertahankan suku bunga rendah hingga pertengahan 2015.

Indeks terendah hari ini di 4.205 dan tertinggi di 4.269. Penguatan indeks ditopang saham sektor pertambangan yang naik 4,4%, disusul saham sektor perkebunan 3,8%. Indeks indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 naik 2,2%, indeks ISSI naik 2,3%, indeks JII naik 2,4% dan IDX30 naik 2,3%.

Perdagangan Jumat ini menempatkan indeks utama Asia berakhir dalam penguatan untuk pekan ini. Penguatan tersebut antara 1,6% hingga 4,2%. Meskipun indeks Shanghai pada pekan ini tercatat melemah 0,1%. Indeks Kospi di Korea Selatan dan Hang Seng di Hong Kong masing-masing naik 2,8%, sementara Nikkei Jepang naik 2,2%. Untuk indeks ASX 200 Australia naik 1,3%, dan China Shanghai Composite menguat moderat 0,7%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, sebagian orangselalu berpikir bahwa market ituselalu flat. "Kalau ada indeks bikin rekor, harga sudah naik terlalu banyak, maka cenderung untuk mengajak profit taking," kata dia di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Kalau Satrio sendiri, mengaku merupakan orang yang lebih cenderung untuk mencariuntung ketika trensedang berjalan. "Artinya, kalau trensedang lagi naik, dan posisi kita benar, ya sudah tahan saja," tandas dia.

Aksi jual, kata dia, baru bisa dilakukan jika ada tanda-tanda reversal(balik arah) melemah.Selama tidak ada reversal, diam sajaalias hold."Ketika trend naik berlangsung kuat, orang yang jual paling akhir, adalah dia yang meraup keuntungan yang paling besar," timpal dia.

Apalagi, yang dia pertaruhkan itu adalah keuntungan. "Duit yang kemarin juga tidak ada. Kenapa harus takut?" tuturnya.

Hingga sore ini, dia beraksi hold.Dia mencontohkan, saham PT United Tractor (UNTR.JK)yang memiliki target wedge di Rp25.000setelah resistanceRp21.200 ditembus."ResistanceIHSG di 4.235 juga sudah ditembus. Berarti next resistance4.3204.350.Gak urgent untuk jualan lah," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x