Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:21 WIB

Willy Sanjaya

Dua Saham Grup Bakrie Sudah Bisa Diakumulasi

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 6 September 2012 | 03:00 WIB
Dua Saham Grup Bakrie Sudah Bisa Diakumulasi
Willy Sanjaya - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Saham PT Energi Mega Persada (ENRG) dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dinilai sudah turun cukup dalam. Karena itu, sudah saatnya diakumulasi.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan, pelemahan pada saham-saham di grup Bakrie terutama saham ENRG dan BTEL turut berkontribusi pada pelemahan indeks kemarin. Menurutnya, pelemahan saham-saham grup ini dipicu kekhawatiran pasar atas utang-utang grup ini yang akan jatuh tempo.

Banyak investor yang meragukan cara pembayaran utang-utang grup Bakrie. Meski begitu, saham ENRG dan UNSP sudah bisa diakumulasi karena sudah turun cukup dalam. "Meski ada kekhawatiran soal utang yang jatuh tempo, tapi sebenarnya itu tak perlu dikhawatirkan karena kinerja keuangan terutama ENRG masih positif," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (5/9/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 29,90 poin (0,73%) ke angka 4.075,352 dengan intraday tertinggi 4.105,732 dan terendah 4.065,698. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 6,58 poin (0,93%) ke angka 697,781. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah 0,73%. Apa yang terjadi?

Pelemahan IHSG kemarin seiring koreksi yang terjadi di bursa regional yang dimotori oleh penurunan bursa Dow Jones Industrial Average (DJIA). Penurunan tersebut, semata faktor profit taking teknikal dan bukan faktor fundamental.

Sebab, pasar masih tetap wait and see atas pengumuman Quantitative Easing (QE) tahap ketiga dari The Fed pekan depan. Jadi, masa ini merupakan fase konsolidasi bagi indeks domestik.

Selain faktor The Fed?

Selain itu, pelemahan indeks juga seiring pelemahan pada saham-saham di grup Bakrie terutama saham ENRG dan PT Bakrie Telecom (BTEL.JK). Kekhawatiran pasar muncul dipicu oleh utang-utang grup ini yang akan jatuh tempo. Banyak investor yang meragukan cara pembayaran utang-utang grup Bakrie. Penurunan saham-saham di grup Bakrie juga berpengaruh pada penurunan IHSG. Tapi, penurunan IHSG tidak terlalu besar karena saham-saham berkapitalisasi besar masih terjaga seperti ASII danTLKM.

Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arahnya Kamis (6/9/2012) ini?

Saya perkirakan, pergerakan IHSG Kamis (6/9/2012) akan konsolidasi dengan kisaran yang tidak terlalu jauh. Naik atau turun dalam kisaran 35 poin dari level 4.070. Jika Dow Jones menguat, IHSG bisa positif. Potensi konsolidasi indeks sudah terbatas.

Adakah sentimen ke pasar terkait kunjungan Hillary Clinton ke Jakarta?

Sentimen dari kunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, pasar masih menunggu komitmen apa yang disepakati secara ekonomi. Pasar belum mendapatkan informasi jelasnya.

Saham-saham pilihan Anda?

Saham PT Telkom (TLKM.JK) yang secara teknikal akan terjaga pada level support-nya di Rp9.200. Begitu juga dengan PT Astra Internasional (ASII.JK) yang akan terjaga di level support Rp6.800. Kedua saham ini telah menjaga posisi indeks dengan baik.

Saya juga rekomendasikan positif saham PT Bank Jabar Banten (BJBR.JK) yang kemarin mengalami penguatan signifikan pada sesi terakhir perdagangan. Saham-saham bank lain pun sudah mulai bisa dilirik karena sudah memasuki kuartal III-2012 yang mungkin akan dirilis dalam sebulan ke depan. Selain BJBR, saya menjagokan saham PT Bank Mandiri (BMRI.JK) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK).

Bisa dicermati juga saham PT Energi Mega Persada (ENRG.JK) dan PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP.JK). Kedua saham Bakrie bisa diakumulasi karena sudah turun cukup dalam. Meski ada kekhawatiran soal utang yang jatuh tempo, tapi sebenarnya itu tak perlu dikhawatirkan karena kinerja keuangan ENRG masih positif.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Secara umum saya rekomendasikan buy on weakness saham-saham tersebut.

Komentar

Embed Widget
x