Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:26 WIB

BEI Cabut Status Dua Perusahaan Sekuritas

Oleh : Agustina Melani | Rabu, 5 September 2012 | 18:53 WIB
BEI Cabut Status Dua Perusahaan Sekuritas
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencabut status anggota bursa dari dua sekuritas yaitu PT RBS Asia Securities dan PT Dinar Securities.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, pihaknya telah mencabut SPAB RBS Asia Securities sekitar Juli-Agustus 2012. Hal itu dikarenakan RBS Asia Securities menghentikan operasionalnya di Indonesia. "Pencabutan SPAB RBS Asia Securities Indonesia karena mereka memang menghentikan operasionalnya di Indonesia. Mereka mengembalikan SPAB-nya kepada kami," tutur Ito, Rabu (5/9/2012).

Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota BEI Uriep Budhi Prasetyo menuturkan, tujuh perusahaan efek sudah dicabut status keanggotaan bursanya dari 125 pemegang saham BEI.

"Status keanggotaan bursa dari Dinar Securities dan RBS Asia Securities Indonesia baru dicabut. Sehingga saat ini jumlah pemegang saham BEI dimiliki oleh 118 anggota bursa di mana 114 aktif bertransaksi dan empat tengah disuspensi ijin berdagang sahamnya," ujar Uriep.

Saat ini saham-saham anggota bursa miliki BEI yang sedang dalam tahap pelelangan yaitu PT Patalian Water Securindo, PT United Asia Securities, PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Signature Capital Indonesia, dan PT Sarijaya Permana Sekuritas. Lelang anggota bursa tersebut dilakukan setiap bulan dengan catatan peserta lelang memenuhi persyaratan BEI.

Sebelumnya SPAB Dinar Securities dicabut lantaran tidak memiliki modal lagi. Sejak pemberlakukan perhitungan haircut Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) pada Februari 2012 lalu, MKBD Dinar Securities berkurang hingga tidak memiliki modal lagi dari Rp72,49 miliar pada akhir Januari 2012. "Sejak Februari, SPAB Dinar Securities telah kami cabut," kata Uriep.

Hingga kini ada empat anggota bursa yang izin berdagangnya di BEI masih tahap suspensi antara lain PT Optima Kharya Capital Securities, PT Jakarta Securities, PT Finan Corfindo Nusa Securities, PT Bapindo Bumi Sekuritas. Adapun Finan dan Bapindo disuspensi oleh otoritas bursa karena MKBD kedua perusahaan sekuritas jauh di bawah batas minimal perhitungan MKBD sebesar Rp25 miliar.

Sedangkan Optima disuspensi karena kasus penyelewengan dana nasabah dan PT Jakarta Securities disuspensi karena masih ada kasus hukum berkaitan dengan PT Jakarta Investment Management terkait penyelewangan dana investasi PT Asuransi Kredit Indonesia. [hid]

Komentar

Embed Widget
x