Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 16:22 WIB

Gejolak QE Merebak, IHSG Merosot 17 Poin

Jumat, 24 Agustus 2012 | 16:04 WIB
Gejolak QE Merebak, IHSG Merosot 17 Poin
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Akhir pekan ini, indeks harus berlabuh di teritori negatif. Memburuknya bursa global dan regional akibat kekhawatiran pelonggaran kuantitatif, memicu aksi profit taking pada saham unggulan.

Pada perdagangan Jumat (24/8/2012), IHSG ditutup melemah 17,26 poin (0,41%) ke level 4.145,399. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun4,861 poin (0,68%) ke level 713,2,57.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 1,93 miliar lembar saham, senilai Rp 3,141 triliun danfrekuensi 78.669 kali . Sebanyak 91 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Sektor-sektor bergerak variatif, dengan sektor industri dasar memimpin koreksi sebesar 1,1%. Disusul sektor tambang yang turun 0,9%, infrastruktur 0,7%, finansial 0,6%, perdagangan 0,5%, dan properti 0,4%. Sedangkan sektor konsumen, aneka industri dan manufaktur masih menguat.

Koreksi juga dipicu aksi jual asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp202 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp1,765 triliun dan transaksi beli mencapai Rp1,562 triliun.

Satrio Utomo, analis dari Universal Broker Indonesia mengatakan, IHSG saat ini berhasil ditutup di atas level support 4.135. Namun, ia menilai itu bukan perkara sulit. "Masalahnya, saham-saham banyak yang ditutup di bawah suport pertamanya dan memiliki sinyal bearish,"katanya dalam opini yang dirilis sore ini.

Selain itu, asing juga dalam posisi net sell pertama semenjak 8 Agustus kemarin. Menurutnya, pasar tampaknya mulai mengantisipasi trend turun baru pada indeks Dow Jones Industrial. "Pasar takut kecewa akan QE yang tidak kunjung datang,"ujarnya.

Ia pun menyarankan investor yang ingin melakukan pembelian, melakukan aksinya di awal pekan depan, ketika IHSG sudah masuk di kisaran suport 4.085 - 4.125. "Kalau beli di level harga sekarang, belum ada yang menarik. Nanti aja kalau harga sudah mulai masuk ret 50%, saya baru mau belanja,"ucapnya.

Beberapa emiten yang melemah antara lain dan masuk kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 900 ke Rp 21.400, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 36.900, HM Sampoerna (HSMP) turun Rp 800 ke Rp 51.200, dan Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 20.600

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 15.000 ke Rp 225.000, Mayora (MYOR) naik Rp 700 ke Rp 20.700, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 10.000, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 450 ke Rp 5.700.

Komentar

Embed Widget
x