Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 18:00 WIB

Kecewa Bank Sentral, Rupiah Melandai

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 9 Agustus 2012 | 17:15 WIB
Kecewa Bank Sentral, Rupiah Melandai
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (9/8/2012) ditutup melemah tipis 5 poin (0,052%) ke angka 9.470/9.473 dari posisi kemarin 9.465/9.475.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini dipicu oleh investor yang sebenarnya cemas dengan pelemahan ekonomi dunia yang sedang terjadi. Kondisi itu, diperparah oleh berbagai bank sentral yang melakukan pertemuan hari ini.

Pasalnya, Bank Sentral Jepang, Bank Sentral Korea, dan Bank Indonesia (BI), tidak memberikan sinyal akan adanya pelonggaran moneter untuk merspon pertumbuhan global yang sedang melambat. Inilah yang membuat pasar sedikit kecewa. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.495 setelah mencapai level terkuatnya 9.460 dari posisi pembukaan 9.480 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Tapi, lanjut Firman, bagaimanapun, pelemahan rupiah masih bisa dibatasi. Sebab, pasar masih optimistis Bank Sentral China tidak akan diam melihat perlambatan ekonominya berlanjut seiring buruknya data ekonomi dari China.

Tadi pagi, dirilis data dari China yang memburuk sehingga memberikan harapan kalau Beijing akan memberikan stimulus moneternya.

Inflasi Consumer Price Index (CPI) China turun ke 1,8% (year on year) dari sebelumnya 2,2%. Lalu Industrial Output yang turun jadi 9,2% dari sebelumnya 9,5%, dan penjualan ritel turun ke 13,1% dari sebelumnya 13,7%, serta data investasi yang masih stagnan di 20,4%.

Jadi, Firman menegaskan, untuk sesi Asia pasar berharap pada China yang belum mengumumkan kebijakannya. "Hanya saja, statemen terakhir, People's Bank of China menyatakan, pihaknya akan menggenjot kebijakan moneternya pada semester II-2012 yang mungkin baru menjadi kenyataan di akhir tahun. Tapi, ini sudah cukup membuat pelemahan rupiah jadi terbatas di tengah penguatan dolar AS," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 82,442 dari sebelumnya 82,394. "Terhadap euro, dolar AS masih ditransaksikan menguat ke US$1,2342 dari sebelumnya US$1,2364 per euro," imbuh Firman.

Komentar

Embed Widget
x