Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Juli 2018 | 01:25 WIB
 

Hendra Martono

Saatnya Panen Saham di Harga Atas

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 31 Juli 2012 | 03:00 WIB
Saatnya Panen Saham di Harga Atas
Hendra Martono - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta Strategi harvesting on top dinilai jadi strategi merealisasikan keuntungan pada berbagai saham hingga akhir pekan ini. Mengapa?

Hendra Martono, Vice President Brokerage Strategic Development Henan Putihrai Securities mengatakan, hingga akhir pekan, harvesting on top (profit taking saham pada level harga atas) merupakan strategi untuk meralisasikan keuntungan. Sebab, yang harus diingat, sesuatu yang naiknya fantastis, penurunannya pun pasti drastis.

Dia menegaskan, mungkin indeks masih bisa naik. Tapi, kalau saham sudah mulai turun ke bawah level mid-point-nya, harus profit taking. "Harvesting on top artinya membiarkan harga saham naik hingga adanya sinyal turun," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (30/7/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 14,91 poin (0,37%) ke angka 4.099,121 dengan intraday tertinggi 4.119,838 dan terendah 4.085,295. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 3,44 poin (0,49%) ke angka 702,294.Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah akhir pekan lalu menguat hampir 2%, kemarin indeks menguat tipis. Apa yang terjadi?

IHSG memang naik 1,98% dengan volume transaksi yang cukup besar 1,04 kali rata-rata 22 hari, akhir pekan lalu. Kemarin, indeks masih naik 0,37%. Tapi, kenaikan ini lebih dipicu oleh pernyataan dari Presiden European Central Bank (ECB) yang akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan kelanggengan mata uang euro.

Bagaimana dengan faktor domestik?

Dari dalam negeri, indeks mendapat dukungan positif dari rilis kinerja keuangan PT Astra Internasional (ASII) yang cukup positif. Saya melihat, view saya sampai akhir Juli ini, yakni harvesting on top, panen saham di level harga atas.

Pasar merespon positif laporan keuangan ASII karena sebelumnya diperkirakan, kinerja kurang baik. Sebelumnya, pasar berekspektasi turunnya penjualan mobil dan motor akibat pemberlakuan Down Payment (DP) pembelian kendaraan 30%.

Kalau begitu, bagaimana Anda melihat arah IHSG hingga akhir pekan ini?

Hingga akhir pekan, pergerakan IHSG akan berada pada kisaran support pertama 4.024 dan resistance 4.180. Secara weekly, IHSG berada di area resistance dan ada satu resistance yang sangat kuat di 4.108,67 yang merupakan top box-nya. Jika IHSG mampu menembus 4.108, penguatan berikutnya 4.148 dan 4.180.

Sudah saatnya profit taking?

Hingga akhir pekan, harvesting on top merupakan strategi untuk meralisasikan keuntungan. Sebab, yang harus diingat, sesuatu yang naiknya fantastis, penurunannya pun pasti drastis. Apalagi, kata-kata Draghi baru sebatas pernyataan bukan aksi nyata. Belum ada sinyalemen yang luar biasa dari ECB.

Karena itu, sentimen dari Mario Draghi hanya jadi short term gain dan long term pain. Artinya, mungkin indeks masih bisa naik. Tapi, kalau saham sudah mulai turun ke bawah level mid-point-nya, harus profit taking.

Harvesting on top artinya membiarkan harga saham naik hingga adanya sinyal turun. Selama belum ada sinyal jual tidak perlu jual saham. Secara sederhana, sinyal jual suatu saham jika harga berada di bawah mid-point hari sebelumnya. Jadi, harvesting on top bukan sell on strength. Ini berlaku untuk keseluruhan saham.

Level mid point IHSG sendiri?

Mid point IHSG sendiri pekan ini adalah 4.026. Jika dalam sepekan ke depan masih mampu di atas 4.026, saya tidak ragu IHSG bisa mencapai 4.180. Tapi, jika di tengah jalan sudah terjadi profit taking, sehingga membawa indeks ke bawah mid poin tersebut, segera profit taking.

Apalagi, meski akhir pekan lalu menguat signifikan, secara mingguan penguatan tersebut tak signifikan. Lihat saja, pekan sebelumnya IHSG tutup di 4.081 dan pekan lalu tutup di 4.084. Artinya, dalam dua pekan terakhir, IHSG tidak lari ke mana-mana.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya sodorkan lima saham yang memiliki potensi penguatan hingga akhir pekan ini yaitu PT Adaro Energy (ADRO.JK) yang secara teknikal, volumenya naik 1,69 kali, dari rata-rata 20 hari. Target profit di Rp1.530-1.610 dengan stop loss di Rp1.370 untuk ADRO.

PT Jasa Marga (JSMR.JK) yang secara candlestick sudah membentuk bullish harami. Jika mampu menembus Rp5.800, target harga saham ini Rp6.000-6.200 dengan stop loss di Rp5.500.

PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP.JK) setelah dua hari menguat, potensi penguatannya masih tinggi ke Rp20.150-20.300 dengan stop loss di Rp19.050.

PT Semen Gresik (SMGR.JK) sudah menembus box-nya, dengan volume yang tidak terlalu besar. Rekomendasi buy dengan target Rp12.800-13.000 dengan stop loss di Rp11.650 untuk SMGR.

Lalu, PT Unilever Indonesia (UNVR.JK) yang masih rekomendasi buy dengan target harga Rp25.100-25.300 dengan stop loss Rp23.450.

Harvesting on top pada saham-saham tersebut?

Secara keseluruhan, saya sarankan harvesting on top bukan pada saham-saham tersebut saja. Ukurannya adalah, jika hingga pukul 11 WIB berada di bawah mid poin kemarin, bisa profit taking.

Komentar

x