Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 06:24 WIB

Semester I 2012

BNII Catat Laba Bersih Setelah Pajak Rp592M

Oleh : Charles Maruli Siahaan | Minggu, 29 Juli 2012 | 17:00 WIB
BNII Catat Laba Bersih Setelah Pajak Rp592M
Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali (PATAMI) sebesar Rp592 miliar hingga semester pertama 2012 atau naik 61% hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp367 miliar.

Sementara itu, laba sebelum pajak dan kepentingan non-pengendali Bank mencapai Rp824 miliar atau naik 59% dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan kinerja ini terutama didukung oleh pertumbuhan pada bisnis inti bank, peningkatan kualitas aset dan perbaikan kinerja keseluruhan sistem operasional bank. Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (29/7/2012).

Pendapatan bunga bersih (NII) meningkat 32% dari Rp1,9 triliun per Juni 2011 menjadi Rp2,6 triliun per Juni 2012 disebabkan oleh biaya dana yang rendah. Persaingan yang ketat dalam industri perbankan memberi tekanan pada marjin bunga bersih (NIM) perbanka.namun, pada Juni 2012 Bank dapat meningkatkan NIM-nya menjadi 5,89% dari 5,43% pada periode yang sama tahun lalu.


Adapun portofolio kredit naik 24% menjadi Rp73,5 triliun per Juni 2012 dari periode sama sebelumnya Rp59,5 triliun. Kredit global wholesale banking memberikan kontribusi 38% dari total kredit. Sementara kontribusi kredit UKM dan konsumer masing-masing sebesar 25% dan 36%.

Rasio kredit terhadap simpanan nasabah (LDR) konsolidasian terjaga pada level 95,39% dibandingkan 89,95% pada periode yang sama tahun lalu. LDR untuk Bank Saja (tanpa anak perusahaan) juga terkelola pada level 89,40%, sementara modified consolidated LDR dengan memperhitungkan obligasi, pinjaman jangka panjang dan simpanan nasabah tercatat sebesar 82,40% per 30 Juni 2012.

Total simpanan nasabah tumbuh sebesar 16% mencapai Rp76,6 triliun per 30 Juni 2012, naik dari Rp65,9 triliun per 30 Juni 2011. Tabungan tumbuh sebesar 9% menjadi Rp16,0 triliun dari Rp14,6 triliun, Giro tumbuh 12% menjadi Rp13,5 triliun dari Rp12,1 triliun tahun lalu, dan deposito naik 20% menjadi Rp47,1 triliun dari Rp39,2 triliun. Pertumbuhan simpanan nasabah ini telah menyebabkan kenaikan aset Bank sebesar 21% hingga mencapai Rp102,0 triliun dari Rp84,3 triliun per 30 Juni 2011.


"Total aset BII kini telah melampaui angka Rp100 triliun, yaitu sebesar Rp102,0 triliun. BII juga mencapai dua digit annualized ROE yaitu sebesar 15,72% yang merupakan pencapaian pertama kalinya sejak 1997. Peningkatan kinerja ini menunjukkan bahwa perjalanan panjang dan upaya kami dalam meraih kembali momentum pertumbuhan telah menunjukkan hasil. Saya yakin rencana pertumbuhan berkelanjutan pada seluruh segmen bisnis akan lebih meningkatkan kinerja Bank sekaligus terus memperluas pangsa pasar dengan tetap menjaga kualitas aset dengan baik," tutur Presiden Direktur BII, Dato Khairussaleh Ramli. [mel]

Komentar

Embed Widget
x