Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:45 WIB

Cece Ridwanullah

Buy on Support 10 Saham Pilihan

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 23 Mei 2012 | 03:00 WIB
Buy on Support 10 Saham Pilihan
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Secara teknikal, kenaikan IHSG kemarin dinilai terlalu tinggi. Karena itu, jika bursa regional melemah hari ini, indeks rawan profit taking. Sepuluh saham layak buy on support.

Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, meski kenaikan indeks kemarin dinilainya terlalu tinggi, jika indeks regional menguat IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya.

Dia merekomendasikan postif 10 saham dari sektor properti, pertambangan batu bara, infrastruktur jalan tol, dan perbankan. "Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (22/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 80,992 poin (2,06%) ke angka 4.021,1 dengan intraday tertinggi 4.024,385 dan terendah 3.965,169. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang naik 14,17 poin (2,13%) ke posisi 679,193. Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG naik di atas 2%. Apakah masih punya tenaga untuk melanjutkan penguatannya pada Rabu (23/5/2012) ini?

Itu kenaikan terlalu tinggi di atas 2%. Secara teknikal, kenaikan tersebut sudah melewati resistance 3.960, bahkan menembus resistance psikologis 4.000. Memang, bursa Eropa mengalami kenaikan, tapi masih dalam kisaran 0,7% hingga 1%. Begitu juga dengan Hang Seng Index (HSI) yang naik 91 poin dan Nikkei 83 poin. Artinya, penguatan bursa regional tidak terlalu tinggi alias biasa-biasa saja.

Apa yang menyebabkan IHSG naik terlalu tinggi?

Pasar mungkin melihat, pelemahan IHSG Senin (21/5/2012) terlalu tajam dibandingkan dengan pelemahan bursa regional. Tapi, sebenarnya penurunan IHSG awal pekan ini merupakan hal wajar. Sebab, Bursa Efek Indonesia (BEI) libur saat beberapa bursa regional mengalami penurunan sehingga pada awal pekan indeks mendiskon koreksi dari bursa regional tersebut.

Meski begitu, penguatan indeks kemarin dipicu oleh sentimen positif dari kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) di atas 1% dan Nasdaq di atas 2%. Kondisi itu memacu kepercayaan investor setelah IHSG mengalami jenuh jual (oversold) terutama pada saham-saham bluechip.

Selain faktor Dow Jones?

Pasar juga, mendapat sentiment positif dari negara-negara industri maju yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G8 akhir pekan lalu. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan krisis utang Yunani dan akan mengupayakan, agar Yunani tetap bertahan di zona euro.

Semua itu, diperkuat oleh positifnya data indeks manufaktur di AS yang mengalami kenaikan untuk April 2012. Karena itu, investor yang sudah menjual saham mereka, kembali melakukan buy back pada perdagangan kemarin sehingga IHSG menguat di atas 2%.

Lantas, bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (23/5/2012) ini?

Meski secara teknikal, penguatan indeks terlalu tinggi kemarin, jika bursa AS menguat dan bursa Eropa dibuka menguat hari ini, IHSG akan melanjutkan penguatan.

Level support dan resistance-nya?

Support IHSG berada di level 4.000-3.960 dan resistance 4.055. Tapi, perlu digarisbawahi adalah jika indeks regional naik, IHSG juga akan naik. Jika sebaliknya, IHSG juga akan melemah akibat aksi profit taking karena kenaikan kemarin terlalu tinggi.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya masih merekomendasikan positif saham-saham di sektor properti, pertambangan batu bara, infrastruktur jalan tol, dan perbankan.

Spesifik sahamnya?

PT Bumi Serpong Damai (BSDE.JK), PT Summarecon Agung (SMRA.JK), PT Ciputra Development (CTRA.JK), PT Ciputra Property (CTRP.JK), PT Agung Podomoro Land (APLN.JK).

PT Indo Tambang Raya (ITMG.JK), PT Adaro Energy (ADRO.JK), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP.JK),dan PT Jasa Marga (JSMR.JK). Terakhir, PT Bank Mandiri (BMRI.JK) yang jadi perburuan investor asing.

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan buy on support 10 saham tersebut.

Komentar

Embed Widget
x