Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 03:55 WIB

Dua Faktor Jadi Bumper Pelemahan IHSG

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 4 Mei 2012 | 16:20 WIB
Dua Faktor Jadi Bumper Pelemahan IHSG
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Meskitak berkutik di zona merah, IHSG masih kokoh di atas 4.200. Rilis kinerja emiten dan penundaan pembatasan BBM bersubsidi jadi bumpernya.

Perdagangan diwarnai dengan 158 saham melemah, 116 saham menguat, 95 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign buy Rp511,3 miliar.

Indeks JII turun 0,6%, indeks ISSI turun 0,6%, IDX30 turun 0,4% dan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 turun 0,4%. Penutunan terdalam dialami saham sektor aneka industri hingga 1,5% disusul sektor properti 1,4%. Sedangkan penguatan dipimpin sektor konsumer 0,4%.

Bursa Eropa memerah jelang data payrolls seperti indeks FTSE turun 0,5% ke 5.736,31, indeks CAC turun 0,7% ke 3.199,93 dan indeks DAX turun 0,7% ke 6.645,59.

Bursa saham Asia mayoritas memerah seperti indeks Hang Seng turun 0,7%, indeks Nikkei naik 0,3%, indeks STI turun 0,4%, indeks Shanghai naik 0,45, indeks Kospi turun 0,3%, indeks ASX turun 0,7%.

Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, pelemahan IHSG hari ini seiring koreksi yang terjadi pada bursa regional. "Tapi, indeks masih berada dalam kisaran support 4.212 hingga resistance 4.232," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (4/5/2012).

Meski indeks mencapai level tertingginya, di 4.234,7, ditutup melemah ke 4.216,6 yang dimotori oleh sektor aneka industri, perkebunan, pertambagan dan infrastruktur. "Jika dilihat dari pelemahannya yang terbatas dibandingan pelemahan bursa regional terutama Dow Jones Industrial Index (DJI) pasca rilis tenaga kerja sektor swasta di AS yang turun, koreksi ini semata profit taking jelang akhir pekan," ujarnya.

Intinya, IHSG masih kuat di atas 4.200 yang ditopang oleh sentimen dari positif beberapa emiten yang melaporkan kinerja keuangannya untuk kuartal pertama 2012. Di sisi pasar pasar menyambut positif pemerintah yang belum akan memberlakukan pembatasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan dengan cc 1.500 ke atas.

Pasar melihat, inflasi Indonesia, paling tiga hingga akhir semester I-2012, akan terkendali. Karena itu, ekspektasi suku bunga pun tidak akan mengalami perubahan. "Akibatnya, net interest margin dari investor masih akan positif," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x