Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 14:43 WIB

Aji Martono

Mainlah Cepat pada Saham-saham Lapis Dua

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 26 April 2012 | 03:00 WIB
Mainlah Cepat pada Saham-saham Lapis Dua
Aji Martono - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Bagi Anda yang bermain pada saham-saham lapis dua dan punya aksi korporasi disarankan untuk bertransaksi cepat. Tujuannya, agar tidak tersangkut pada harga atas.

Analis dari Capital Bridge Indonesia Aji Martono mengatakan, penurunan IHSG lebih dipicu oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Karena itu, bargaining position akan terjadi pada beberapa saham di sektor properti, perbankan, konstruksi dan beberapa saham second liner.

Dia merekomendasikan speculative buying saham-saham yang jadi objek bargaining tersebut. "Tapi, bagaimanapun juga transaksi cepat lebih baik dilakukan pada emiten yang punya cerita korporasi agar tidak terjebak pada harga atas," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (25/4/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 6,71 poin (0,16%) ke angka 4.163,643 dengan intraday tertinggi 4.170,177 dan terendah 4.149,265. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang turun 1,97 poin (0,28%) ke angka 708,003.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG hanya melemah tipis ke 4.163,6. Bagaimana Anda melihat arahnya Kamis (26/4/2012) ini?

Pelemahan tipis IHSG kemarin, mengikuti Hang Seng Index (HSI), Kospi dan Strait Times Index (STI). Saya melihat koridor indeks pada level 4.154 terjaga dengan rapih dan penutupan kemarin masih berada di atas koridor itu. Saya perkirakan, IHSG masih akan fluktuatif dengan kecenderungan menguat jika the Fed memberikan kabar baik tapi dalam koridor itu tergantung pada pergerakan bursa regional.

Level support dan resistance-nya?

Saya melihat, posisi support indeks di 4.135 dan resistance di 4.195. Pola perdagangan masih mengikuti regional market. Kemarin, Dow Jones Industrial Index (DJI) masih menunggu kabar baik dari The Fed.

Sementara itu, pasar Eropa tinggal apakah risiko politik di kawasan itu akan diterima oleh market cukup baik sehingga IHSG juga akan merespon dengan baik. Jika market merespon negatif, IHSG juga akan kembali mengalami penurunan.

Saham-saham yang jadi penggerak indeks?

Saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi satu landasan penurunan indeks. Karena itu, penurunan kemarin semata faktor pelemahan saham big cap yang notabene jadi penggerak indeks seperti PT Astra Internasional (ASII.JK), PT Gudang Garam (GGRM.JK), dan PT Bumi Resources (BUMI.JK).

Pada akhirnya, meski sektor properti dan beberapa saham lain mengalami penguatan, karena big cap mengalami penurunan, IHSG tidak kuat untuk menguat. Apabila saham-saham penggerak indeks kembali menguat indeks pun akan kembali bergairah. Saham-saham di luar big cap pun, yang punya tenaga naik, akan terbantu untuk melanjutkan penguatannya jika itu yang terjadi.

Saham-saham pilihan Anda?

Di sektor properti, dari sisi Price Earnings Ratio (PER) masih ada yang layak untuk bergerak menyusul pergerakan PT Bukit Sentul City (BKSL.JK). Pasar akan berburu saham PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA.JK), PT Bukit Uluwatu Villa (BUVA.JK), dan PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK). Inilah saham-saham yang akan dilirik investor di sektor properti.

Selain sektor properti?

Peluang penguatan juga pada dua saham BUMN dan BUMD yakni PT Bank Tabungan Negara (BBTN.JK) dan PT Bank Jabar Banten (BJBR.JK). Kedua saham ini punya peluang untuk menguat lebih lanjut dalam jangka menengah panjang. Karena itu, bargaining pada dua saham bank ini akan lebih kuat dibandingkan dengan saham big cap yang pergerakannya tinggal tipis seperti PT Bank Mandiri (BMRI.JK) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK).

Bagaimana dengan saham-saham second liner lainnya?

Saham-saham second liner juga akan jadi ajang spekulasi. Apalagi, saham-saham yang memiliki cerita korporasi seperti emiten PT Pudjiadi Prestige Limited (PUDP.JK) yang akan membagikan dividen. Lalu, rencana revaluasi PT Energi Mega Persada (ENRG.JK) di Rp500, juga akan menggairahkan.

Hal sama dengan saham-saham di sektor infrastruktur konstruksi seperti PT Adhi Karya (ADHI.JK), PT Wijaya Karya (WIKA.JK) dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP.JK). Akumulasi akan terjadi lagi setelah terjadi koreksi.

Apa rekomendasi Anda untuk saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan speculative buying saham-saham tersebut. Tapi, bagaimanapun juga transaksi cepat lebih baik dilakukan pada emiten yang punya cerita korporasi tersebut agar tidak terjebak pada harga atas.

Komentar

x