Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 01:52 WIB

Jelang Pertemuan The Fed, Rupiah Layu

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 25 April 2012 | 17:20 WIB
Jelang Pertemuan The Fed, Rupiah Layu
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (25/4/2012) ditutup melemah 5 poin (0,05%) ke angka 9.195/9.200 dari posisi kemarin 9.190/9.195.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini, terutama dipicu oleh meningkatkan permintaan dolar AS oleh importir. Kondisi ini normal terjadi jelang akhir bulan.

Tapi, rupiah tidak melemah tajam karena pasar mengantisipasi level intervensi dari Bank Indonesia pada angka psikologis 9.200. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah hanya bergerak tipis dengan level terlemah 9.200 setelah mencapai level terkuat 9.175 dari posisi pembukaan di level yang sama," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (25/4/2012).

Tapi, lanjtu Firman, investor domestik juga tidak ingin mendorong pergerakan rupiah terlalu fluktuatif jelang hasil pertemuan The Fed nanti malam. "Meski ada harapan The Fed akan tetap menjaga komitmen kebijakan suku bunga rendahnya hingga akhir 2014, hanya saja pasar tidak begitu berani mengambil risiko jelang event besar nanti malam itu," ujarnya.

Apalagi, kata dia, nanti malam ada sedikit perubahan terhadap format pernyataan dari The Fed. Kali ini, pasar akan mendapatkan proyeksi dari masing-masing anggota The Fed soal ekonomi AS ke depan. Sebelumnya, pernyataan disampaikan secara umum atas nama The Fed bukan per anggota Bank Sentral AS itu.

Dengan format baru itu, lanjut Firman, pasar bisa memperkriakan kapan sebenarnya suku bunga rendah AS akan berakhir. "Sebelumnya, proyeksi itu dikemas secara umum bukan dari masing-masing anggota Dewan Moneter The Federal Reserve (The Fed). Ini dapat memberikan sinyal kapan The Fed akan menaikkan suku bungannya," papar dia.

Firman menjelaskan, pasar bisa melihat, berapa anggota The Fed yang menginginkan kenaikan suku bunga dan berapa anggota yang tidak mengingikan kenaikan suku bunga sebelum berakhir 2014.

Hanya saja, jelang pertemuan The Fed itu, dolar AS sebenarnya melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Tapi, rupiah anomali karena besarnya demand dolar AS dari importir jelang akhir bulan," ucapnya.

Alhasil, indeks dolar AS melemah ke 79,133 dari sebelumnya 79,255. "Terhadap euro, dolar AS melemah ke angka US$1,3215 dari sebelumnya US$1,3194 per euro," imbuh Firman.

Komentar

Embed Widget
x