Find and Follow Us

Jumat, 22 November 2019 | 10:28 WIB

Di Balik Rencana Akuisisi Instagram oleh Facebook

Selasa, 10 April 2012 | 17:49 WIB
Di Balik Rencana Akuisisi Instagram oleh Facebook
Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg dan Systrom, CEO Instagram - businessinsider.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Rencana Facebook Inc mengakuisisi Instagram, menunjukkan situasi hiruk pikuk dalam permainan investasi teknologi, di mana perusahaan Web terkecil pun dapat mengglobal, bahkan hanya dalam hitungan minggu.

Pada Oktober 2010, lulusan Universitas Stanford, Kevin Systrom dan Mike Krieger meluncurkan aplikasi iPhone baru, Instagram,aplikasi mobile dan layanan berbagi foto.

Sedangkan awal pekan ini, muncul kabar bahwa mereka menjual aplikasi ini, yang memiliki sekitar selusin karyawan dan tanpa pendapatan, ke Facebook Inc senilai US$ 1 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

Perjalanan 18 bulan menggarisbawahi kondisi permainan investasi teknologi saat ini. Baru pekan lalu, Instagram menutup dana senilai US$ 50 juta dari perusahaan modal. Valuasi perusahaan tercatat sebesar US$ 500 juta.

Namun, angka-angka tampaknya akan menjadi remeh pada hari-hari mendatang. Pasalnya, tak lama setelah kesepakatan itu, Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg menghubungi Systrom, CEO Instagram yang berusia 28 tahun, untuk membeli perusahaan tersebut.

Systrom yang memiliki ide Instagram adalah pemegang saham terbesar perusahaan dengan kepemilikan 45% saham. Keduanya sudah membicarakan kesepakatan ini pada musim panas sebelumnya.

Akuisisi ini muncul bersamaan di akhir pekan kemarin. "Itu semua karena Mark," kata Steve Anderson, mitra pendiri Ventures Baseline, salah satu investor awal perusahaan. "Itu adalah antara CEO dan CEO."

Membeli Instagram akan meningkatkan penawaran mobile Facebook, saat bersaing untuk menarik perhatian pengguna. Instagram, dengan lebih dari 30 juta pengguna terdaftar, tumbuh pesat dengan membantu orang berbagi foto, alasan mendasar orang menggunakan Facebook.

Kesepakatan ini adalah yang terbesar untuk Facebook, yang akan segera menjual sahamnya ke publik pada Mei. Perusahaan selama ini telah membayar jutaan dolar untuk serangkaian usaha kecil, terutama dalam upaya untuk mendapatkan sebuah talenta.

Zuckerberg menyebut kesepakatan tersebut adalah tonggak untuk perusahaannya. Tapi, katanya, "Kami tidak berencana untuk melakukan lebih banyak dari ini, jika ada sama sekali."

Instagram adalah salah satu kohort berusia muda, yang membangun produk iPhone dan telah menunjukkan pertumbuhan sangat cepat dalam waktu singkat. Mereka menyebut layanannya sebagai cara menyenangkan dan unik untuk berbagi foto dengan teman.

Seorang pengguna dapat mengambil foto dengan iPhone, kemudian pilih filter untuk mengubah tampilan, misalkan saja tampilan Polaroid tua. Pengguna pun dapat berbagi foto dengan followers, yang dapat memberi komentar dan rekomendasi "Like". Beberapa orang menggambarkan aplikasi ini sebagai versi visual dari Twitter, yang banyak digunakan untuk berbagi foto.

Pada 11 Maret, Systrom memberikan ceramah pada konferensi South by Southwest di Austin dan mengumumkan bahwa jumlah pengguna terdaftar Instagram mencapai hampir dua kali lipat sejak Desember, yakni naik menjadi 27 juta dari 15 juta.

Pekan lalu, Instagram meluncurkan versi aplikasi untuk smartphone yang menggunakan sistem Android Google Inc, yang segera ditambahkan oleh jutaan pengguna.Semua pertumbuhan ini belum diterjemahkan ke pendapatan.

Namun, dalam lingua franca industri sosial-media saat ini, situasi ini tidak menjadi masalah bagi perusahaan, dibandingkan keterlibatan pengguna dan kemampuan mengakses data pribadi para pengguna.

Facebook memiliki sekitar 845 juta pengguna, dan banyak yang menggunakan layanan ini untuk berbagi foto. Namun, Facebook telah tertinggal dalam mobile dan membiarkan Instagram menangkap banyak buzz dalam berbagi foto.

Foto adalah pendorong utama keterlibatan pengguna, atau berapa lama seseorang menghabiskan di Facebook. Pengguna menghabiskan rata-rata 7,5 jam per bulan pada situs ini, menurut perusahaan riset ComScore, tertinggi dari setiap jaringan sosial.

Angka-angka ini penting bagi pemasar Facebook, yang ingin pengguna melihat iklan dan berinteraksi dengan merek di situs. Iklan menyumbang 85% dari pendapatan Facebook, atau US$ 3,1 miliar pada 2011, naik dari US$ 1,8 miliar setahun sebelumnya, menurut pengajuan peraturan perusahaan.

Bagaimanapun, Instagram harus memanfaatkan mobile. Mulai Februari kemarin, mereka sudah menjual iklan terbatas di situs mobile-nya, meskipun fakta bahwa sekitar setengah dari keanggotaannya menggunakan Facebook pada ponsel mereka.

Instagram memang belum mengembangkan model untuk menghasilkan pendapatan. Rintangan besar pun di depan mata, misalkan, apakah smartphone layar kecil cukup menarik perhatian pemasang iklan.

Ann Taylor pemilik Ann Inc, Urban Outfitters Inc dan fashion label Marc Jacobs telah membuat akun dan menggunakan Instagram untuk mempromosikan merek mereka. Aplikasi ini juga populer dengan selebriti dan politisi, termasuk penyanyi Justin Bieber, Presiden Barack Obama, pemain skateboard profesional Tony Hawk dan rapper Snoop Dogg. Apple pun menyebut Instagram sebagai aplikasi iPhone tahun 2011.

Kesepakatan Instagram mengingatkan akan akuisisi Google senilai US$ 1,6 miliar untuk situs berbagi video YouTube pada 2006. Saat itu, analis mempertanyakan harganya yang cukup mahal. Tapi kesepakatan itu langsung membuat Google memimpin video Internet dan memungkinkan untuk mengekspansi iklan dalam format baru.

Pada awal 2011, Instagram mengumpulkan US$ 7 juta untuk modal dari Benchmark Capital, Ventures Baseline, Lowercase Capital dan investor di putaran awal yang memberi nilai perusahaan sebesar US$ 30 juta. Perusahaan baru segera menarik minat dari pelamar.

Twitter menyatakan minat untuk membelinya pada 2011. Namun, musim panas lalu, Systrom bertemu dengan Zuckerberg, yang melempar gagasan untuk menjualnya ke Facebook. Systrom dan Kreiger menolak semua penawaran karena mereka berniat membangun perusahaan independen, kata orang yang akrab dengan pemikiran mereka.

Namun, Zuckerberg meyakinkan Systrom bahwa Instragram akan lebih kuat di bawah payung Facebook daripada beroperasi sebagai pemain independen. Zuckerberg mengatakan bahwa Instragram akan berfungsi sebagai perusahaan independen di bawah Facebook, janji yang belum pernah dibuatnya pada setiap target akuisisi lainnya. [ast]

Komentar

Embed Widget
x