Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 10:16 WIB

Willy Sanjaya

Upside Potential IHSG Terbuka Lebar

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 30 Maret 2012 | 03:00 WIB
Upside Potential IHSG Terbuka Lebar
Willy Sanjaya - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Net buy asing, rilis kinerja keuangan emiten dan beberapa aksi korporasi dipredisi jadi pendongkrak IHSG akhir pekan ini. Dengan catatan, demonstrasi BBM terkendali.

Pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan hal itu kepada INILAH.COM. Menurutnya, net buy asing menandakan kuatnya kepercayaan investor asing atas kokohnya perekonomian Indoneia. Di sisi lain, indeks juga mendapat dukungan dari rilis kinerja keuangan emiten yang rata-rata mencatatkan kinerja yang kinclong.

Kondisi itu, mendapat dukungan dari beberapa aksi korporasi beberapa emiten sehingga upside potential IHSG sangat besar. Karena itu, Willy merekomendasikan positif delapan saham yang diperkirakannya bakal menguat dengan strategi strong buy. Apa saja? Berikut ini wawancara lengkapnya:

Pada perdagangan Kamis (29/3/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup menguat 14,594poin (0,36%) ke level 4.105,167dengan intraday tertinggi 4.105,167 dan terendah 4.063,63. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 ^JKLQ45 yang menguat 2,451poin (0,35%) ke 708,53.

IHSG berhasil tembus level psikologis 4.100. Bagaimana Anda melihat arahnya akhir pekan ini?

Indeks saham domestik sangat terbuka lebar untuk menguat akhir pekan ini. Dengan catatan, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari demonstrasi tolak penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Jumat (30/3/2012) ini.

Level support dan resistance-nya?

Support IHSG akhir pekan ini berada di level 4.055 dan resistance 4.168.

Bagaimana dengan hari ini yang merupakan puncak demonstrasi tolak penaikan harga BBM dan sidang paripurna DPR akan memutuskannya?

Soal Bahan Bakar Minyak (BBM), partai oposisi kalah. Apalagi, setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut pemerintah. Karena itu, harga BBM sudah pasti naik, meskipun Partai Golkar balik haluan menentang penaikan harga BBM. Kondisi itu, memang memicu kecemasan pasar. Apalagi, jika demonstrasi tidak dapat dikendalikan.

Lantas, apa yang membuat Anda optimistis IHSG bakal menguat akhir pekan ini?

Saya melihat dalam sepekan terakhir net buy asing mencapai di atas Rp2 triliun. Net buy asing cukup besar kemarin mencapai Rp500 miliar. Karena itu, upside potential IHSG sangat terbuka lebar. Net buy asing menandakan investor tidak cemas dengan penaikan harga BBM. Apalagi, net buy asing dalam sebulan terakhir sangat besar sehingga indeks domestik pecah 4.100.

Padahal, kecenderungan bursa regional rata-rata minus terutama Dow Jones Industrial Index (DJI) dan Hang Seng Index (HSI). Net buy asing akan tetap besar sehingga IHSG akan tetap naik. Meski begitu, investor lokal juga berkontribusi besar pada penguatan indeks. Asing melihat perekonomian Indonesia yang sangat kuat untuk ke depannya.

Jika penaikan harga BBM tidak diwarnai kerusuhan seharunsya market bisa memahaminya. Sebab, kenaikan harga BBM sudah bisa diperhitungkan dan sudah ditentukan sebesar Rp1.500 per liter. Tapi, dampak sesaat pasti ada.

Apa pendapat Anda atas penaikan harga BBM?

Menurut saya, memang harga BBM seharusnya mengikuti harga dunia. Dengan catatan, pemerintah harus memberantas korupsi dengan benar, cepat dan tepat. Inilah yang sering tidak terjadi dalam pemerintahan Indonesia.

Bagaimana dengan sisa rilis laporan keuangan emiten untuk kuartal IV-2011?

Ya, indeks juga mendapat dukungan dari sisa laporan keuangan emiten untuk 2011 yang secara umum melaporkan kinerja positif. Terakhir, PT Bank Bukopin mencatatkan kinerja yang sangat kinclong dengan laba bersih 50%. Respon pasar sangat positif atas saham ini.

Saham-saham pilhan Anda?

PT Modernland Realty (MDLN.JK) yang bisa pecah Rp500 dalam waktu dekat. Begitu juga PT Greenwood Sejahtera (GWSA.JK) yang laporan keuangannya naik signifikan dengan target harga Rp350.

Lalu, PT Laguna Cipta Griya (LCGP.JK)yang akan segera backdoor listing dengan target Rp180. PT Bank Bukopin (BBKP.JK) dengan target Rp710, dan PT Bank Mandiri (BMRI.JK) dengan target Rp7.100.

Pada saat yang sama, PT Bank Jabar Banten (BJBR.JK) yang akan membagikan dividen pertengahan April 2012 dengan target harga Rp1.200 dan PT Dharmala Intiland (DILD.JK), dengan tembus Rp325 bisa mengarah ke 370 dalam waktu dekat. Terakhir, saham PT Pakuwon Jati (PWON.JK) yang akan merealisasikan agenda stock split 1:4 pada level Rp205 Jumat ini dengan target harga Rp300 per saham .

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Saya rekomendasikan strong buy.

Komentar

x