Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:36 WIB

Naik 27,6%, BCA Raup Laba Bersih Rp10,8 T di 2011

Oleh : Charles MS | Kamis, 29 Maret 2012 | 16:49 WIB
Naik 27,6%, BCA Raup Laba Bersih Rp10,8 T di 2011
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan kenaikan laba bersih 2011 sebesar 27,6% menjadi Rp10,8 triliun.

Dalam paparan kinerja 2011 di Jakarta, Kamis (29/3/2012), Presiden BCA Jahja Setiastmadja juga menyampaikan total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya naik 18,6% menjadi menjadi Rp24,1 triliun pada 2011 dari Rp20,3 triliun pada 2010. "Kuatnya pertumbuhan laba bersih tersebut didukung tingginya aktivitas bisnis baik di bidang kredit maupun jasa penyelesaian pembayaran," ujarnya.

Pemulihan cadangan tersebut perlu dilakukan sesuai dengan perubahan aturan Bank Indonesia mengenai cadangan untuk unused loan facilities yang tertuang dalam surat no.13/658/DPNP/IDPnP tanggal 23 Desember 2011. "BCA berhasil membukukan kinerja yang memuaskan pada 2011. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit merupakan kunci bagi BCA untuk membukukan pertumbuhan yang kuat dengan tetap mempertahankan rasio kredit bermasalah (NPL) pada tingkat yang rendah."

Tingkat suku bunga yang rendah dan permintaan kredit yang tinggi telah mendorong aktivitas kredit di semua segmen pada tahun 2011. Pada akhir 2011 portofolio kredit BCA mencapai Rp202,3 triliun, naik 31,4% dari Rp153,9 triliin pada 2010. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata sektor perbankan yang sebesar 24,1%. Segmen kredit konsumer meningkat YoY menjadi Rp50,3 triliun di 2011 didukung oleh pertiumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermoor. KPR tumbuh 53,5% YoY menjadi Rp28 triliun, sedangkan KKB naik 30,3% YoY menjadi Rp17,6 triliun. Kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) tumbuh 31,1% YoY menjadi Rp80,2 triliun pada 2011. Sementara kredit korporasi tumbuh 27,6% YoY menjadi Rp71,8 triliun pada 2011 didukung kuatnya permintaan pada triwulan IV 2011, terutama berasal dari sektor pembiayaan konsumen, jasa keuangan dan perkebunan & pertanian. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) naik menjadi 61,7% pada 2011 dari 55,2% pada 2010. Untuk tahun 2011 BCA berhasil mempertahankan rasio krwdit bermasalah (NPL) di level 0,5% dengan rasio cadangan sebesar 386,3% terhadap total NPL.

Sementara DPK tumbuh 16,5% YoY menjadi Rp323,4 triliun pada 2011 doidukung penongkatan transaksi yang berasal dari 10 juta rekening nasabah. Saldo tabungan naik 18,9% YoY menjadi Rp173 triliun, saldo giro naik 18,8% YoY menjadi Rp76 triliun, saldo deposito naik 9,5% YoY menjadi Rp74,4 triliun.

Komentar

Embed Widget
x