Find and Follow Us

Minggu, 15 Desember 2019 | 15:40 WIB

Peningkatan Kapasitas H-7 Pada Lebaran

Garuda Kebanjiran Penumpang

Oleh : Agustina Melani | Minggu, 21 Agustus 2011 | 15:39 WIB
Garuda Kebanjiran Penumpang
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan peningkatan kapasitas sebesar 255 dari 715 ribu kursi pada H-7 2010 menjadi 891 kursi pada H-7 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Negara BUMN terkait persiapan lebaran , Minggu (21/8) "Ada tambahan 99 penerbangan dalam waktu 14 hari. Selain itu, ada penambahan kapasitas sebesar 25% dari 891 kursi pada 2011 menjadi 715 ribu kursi ketika masa lebaran," ujar Emirsyah.

Jumlah penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk diperkirakan mencapai 350 flight pada hari biasa. Emirsyah mengaku, PT Garuda Indonesia Tbk tidak menaikkan harga tiket pada masa lebaran. Tetapi menjadi catatan, harga promosi tidak berlaku pada masa libur lebaran. Selain itu, pola konsumtif masyarakat yang berubah menjadi kesempatan bagi PT Garuda Indonesia. Hal ini mengingat jumlah pengguna kereta api menuju Surabaya beralih untuk menggunakan jasa penerbangan untuk mudik. Penurunan jumlah penumpang kereta api kelas eksekutif diperkirakan sebesar 20% dari 90 ribu pada 2010 menjadi 74 ribu penumpang. "Ada perpindahan penumpang pak Jonan ke pak Emirsyah, jadi penumpang kereta api berkurang karena jarak jauh sehingga berpindah ke Garuda Indonesia. Ini kita syukuri karena perpindahan formal dan saling mendukung karena jarak tempuh yang diperlukan penumpang," tutur Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar.

Emirsyah memperkirakan kontribusi mudik kepada pendapatan saat lebaran mencapai Rp300 miliar-Rp400 miliar. Sebelumnya PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih mencapai Rp320 miliar pada Juli 2011.

Sementara itu, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, delapan Badan Usaha Milik Negara yang berkaitan dengan persiapan lebaran sudah siap untuk mengamankan dan mempersiapkan layanan dengan baik saat masa arus mudik dan balik lebaran. Adapun delapan BUMN tersebut antara lain PT Kereta Api Indonesia, Pelni, PT ASDP Indonesia, Pertamina, PT Jasa Marga Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Angkasa Pura 2, dan Pelindo 2. "Sebagian besar BUMN sudah well prepare dari H-9 hingga H+7, dan sudah membreakdown kesiapan untuk mengamankan dan mempersiapkan arus mudik dan arus balik," ujar Mustafa.

Komentar

x