Jumat, 19 Desember 2014 | 14:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus Pasar Modal Cermin Kekacauan
Oleh: Susan Silaban
pasarmodal - Jumat, 13 Maret 2009 | 14:11 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Banyak kasus yang terjadi di pasar modal adalah cermin kesemrawutan sistem yang mengindikasikan ada beberapa orang ataupun instansi yang meluluskan orang yang dianggap bersalah.

"It's the hold system," kata Ketua Bapepam Ahmad Fuad Rahmany kepada pers di Gedung Bapepam, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, ketika kasus yang ditangani Bapepam sudah selesai maka Bapepam menyerahkannya ke Bareskrim Polri maupun pengadilan. Nah, di pengadilanlah banyak kasus pasar modal yang tertunda bahkan tidak diketahui progress-nya.

Di pengadilan, lanjut Fuad, banyak orang yang berkepentingan, bisa saja terjadi suap antara terpidana maupun orang yang mengakui sebagai pihak peradilan.

"Bapepam selalu menangani masalah ini hingga selesai. Tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di luar," jelas Fuad.

Pasar modal, kata Fuad, selalu memberikan kepastian kepada nasabah agar nasabah tetap percaya kepada pasar modal. Bahkan, kasus pasar modal diusahakan Bapepam harus tuntas.

Namun, ia berharap nasabah harus sabar. Selain itu, Bapepam juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menertibkan kejahatan di perbankan dan pasar modal. Sebagai contoh, kasus Bank Century yang membuat panik semua nasabah dan melibatkan Bapepam, SROs, BI, bahkan Bareskrim. "Kita mau pasar modal kita tertib," tegasnya. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.