Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 1 Agustus 2015 | 10:27 WIB
Hide Ads

Ada Apa dengan Saham BRAU?

Oleh : Jagad Ananda | Jumat, 15 Oktober 2010 | 05:57 WIB
Ada Apa dengan Saham BRAU?
inilah.com/Agung Rajasa

INILAH.COM, Jakarta - Masuknya Global Group diyakini bakal mendongkrak harga PT Berau Coal Energy (BRAU). Tapi, tak semua pelaku pasar optimistis. Kekecewaan investor pembeli saham perdana PT Berau Coal Energy, tampaknya sulit terobati. Harga efek berkode BRAU itu benar-benar sulit untuk menggeliat. Ada memang kenaikan, tapi sangat kecil. Kini efek BRAU diperdagangkan di kisaran Rp475-480 atau hanya meningkat Rp30 (6,7%) jika dibandingkan penutupan di hari pertama, 18 Agustus lalu. Padahal dalam rentang waktu yang sama, saham sejenis berhasil menguat lebih tinggi. Saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) misalnya, harganya naik hampir 23%. Sementara saham sejuta umat bernama PT Bumi Resources (BUMI), walaupun kerap dirundung masalah, malah berhasil melesat 82%.Ada apa gerangan? Wallahualam. Sebab, kalau dilihat kinerjanya, perusahaan milik Recapital ini terbilang mengilap. Produksi batubaranya, tahun ini, dipastikan akan mencapai 17,9 juta ton atau meningkat hampir satu juta ton dibanding tahun lalu.Dari angka tersebut di atas, pendapatan bersih perusahaan diprediksi naik 11,4% menjadi US$986 juta. Sementara laba bersihnya diperkirakan bakal meningkat 51% dari laba tahun lalu yang Rp853,7 miliar.Yang tak kalah menarik, produk Berau juga tergolong laris manis. Saat ini, Noble Group Ltd, pemasok komoditas yang bermarkas di Hongkong tengah menjajaki untuk mengakuisisi 20% saham perseroan. Kalau rencana tersebut jadi terlaksana, berarti akan semakin banyak batubara BRAU yang masuk ke pasar China.Menurut seorang kepala riset di sebuah sekuritas asing, langkah inilah yang akan mendongkrak harga BRAU. Ini saham bagus. Kami menargetkan BRAU bisa mencapai Rp550, katanya.Suara yang bertolak belakang datang dari sejumlah analis. Kata mereka, saham ini sejak awal sudah tidak menunjukkan tanda-tanda yang bagus. Sebab, di hari pertama BRAU hanya ditutup naik sebesar 11,5%. Padahal, biasanya, saham anyar di hari perdana rata-rata menguat sampai 20%. Riset beberapa sekuritas menyebutkan, harga wajar BRAU hanya ada di level Rp370-390 per lembar. [mdr]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.