INILAH.COM, Jakarta - Rencana stock split Bank Rakyat Indonesia (BBRI) diperkirakan akan dilakukan antara September hingga Desember.
"Untuk (stock split) mungkin pada akhir triwulan ke empat, kalau harga baik. Antara Agustus sampai Desember." ucap Direktur Utama BBRI, Sofyan Basyir saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (26/8).
Terkait rasio stock split atau pemecahan nilai nominal saham ini, Sofyan mengaku Perseroan belum memutuskan. Saat ini rasio stock split yang diwacanakan antara 1 hingga 3. "Belum diputuskan baru angan-angan, antara 1-2-3," singkatnya.
Selain aksi akuisisi Bank Agro Niaga, BBRI juga berniat melakukan stock split di triwulan IV-2010. Perseroan masih mengkaji rasio stock split antara 1:2 atau 1:4.
Rencananya stock split ini akan dilakukan berbarengan dengan rapat umum pemegang saham (RUPS) mengenai rampungnya akuisisi PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO).
Sofyan menuturkan, sebelumnya perseroan memang berencana melakukan stock split , dengan syarat harga saham Perseroan menembus angka Rp10.000. Jika harga saham perseroan bisa bertahan di atas Rp10.000 hingga akhir tahun maka stock split bisa dilakukan perseroan.
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.