Selasa, 23 September 2014 | 21:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Lemahnya Perlindungan Investor
Headline
ist
Oleh: Yusuf Karim
pasarmodal - Rabu, 7 Januari 2009 | 15:58 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Kemilau kinerja pasar modal kembali terusik kasus penggelapan oleh pemilik PT Sarijaya Permana Sekuritas. Kasus yang terungkap secara tidak sengaja dalam pemeriksaan akhir tahun itu menunjukkan lemahnya perlindungan investor.
Kasus pasar modal terakhir yang melibatkan PT Antaboga Deltasekuritas dan PT Signature Capital Securities tidak membuat masyarakat maupun otoritas bursa belajar dan meningkatkan kewaspadaan.
Pengungkapan kasus penggelapan oleh pemilik Sarijaya tetap harus diapresiasi sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kredibilitas pasar modal Tanah Air. Namun demikian, berulang-ulangnya kasus tersebut membuat pihak yang terlibat harus serius membenahi sistem yang ada termasuk pengawasan untuk menekan penyimpangan yang terjadi.
Analis BNI Securities Muhammad Al Fatih menilai bahwa kasus yang terjadi pada Sarijaya Securities merupakan masalah klasik antara pelanggar dan penegak hukum. "Dimana pun penegak hukum akan ketinggalan, karena pelanggar selalu menemukan dan bermain-main dalam celah hukum yang ada," ujarnya, di Jakarta, Rabu (7/1).
Fatih menilai kasus tersebut bisa dijadikan pelajaran untuk meningkatkan aturan yang ada, sehingga bisa mengantisipasi berbagai bentuk kemungkinan penyimpangan. Hingga kini, misalnya regulasi mengenai investasi di pasar modal ini hanya bertumpu pada UU No 8/1995 tentang Pasar Modal.
Unsur stabilitas dalam UU itu, misalnya, berisi pemangkasan birokrasi. Isinya menentukan jika dalam 45 hari setelah perusahaan mendaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), urusan administrasi selesai atau tidak, dikerjakan atau tidak oleh aparat Bapepam dokumennya, otomatis saham perusahaan itu dapat diperjualbelikan.
Sementara aspek-aspek lainnya yang mengandung unsur, predictability dan fairness belum ditemukan dalam ranah UU di Tanah Air. Padahal peran penting pasar modal tidak terbantahkan.
Pasar modal sebagai pelengkap di sektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan. Pasar modal merupakan tempat dimana dunia perbankan dan asuransi meminjamkan dananya yang menganggur.
Dengan kata lain, pasar modal merupakan sarana moneter penghubung antara pemilik modal (masyarakat atau investor) dengan peminjam dana (pengusaha atau pihak emiten).
Keberadaan pasar modal menyebabkan semakin maraknya kegiatan ekonomi, sebab kebutuhan keuangan (financial need) pelaku kegiatan ekonomi, baik perusahaan-perusahaan swasta, individu maupun pemerintah dapat diperoleh melalui pasar modal.
Kasus PGN yang juga sebelumnya menjadi contoh pelanggaran yang dilakukan emiten menunjukkan bahwa problem-problem mendasar tersebut harus segera dibenahi. Al Fatih menambahkan bahwa penyimpangan yang terjadi tidak hanya ditemukan di Tanah Air.
Krisis finansial global telah menjadi blessing disguise (berkah terselubung) yang membuat pasar modal lebih transparan dan concern terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi.
"Ini sebenarnya kan pelanggaran yang mungkin kalau tidak ada anjloknya bursa tidak akan terbuka. Kita lihat di luar negeri juga ada Madoff yang juga disebabkan anjloknya bursa yang yang luar biasa," imbuhnya.
Skandal keuangan tersebut melibatkan Bernard Madoff, mantan direktur Nasdaq, yang dikenal memiliki reputasi sangat baik. Fatih menjelaskan bahwa riskannya dunia keuangan menuntut regulasi yang lebih ketat dari sektor riil.
"Perusahaan punya ijin, namun secara rutin tetap harus diperiksa dan inspeksi auditor internal maupun Bapepam harus bisa masuk," lanjutnya.
Kasus Sarijaya sendiri terbuka karena adanya auditor yang masuk. Semua pihak yang terlibat harus melihat dalam kerangka yang lebih besar. Pertama secara awal, orang-orangnya secara licin, pengawasan dan auditor perlu, kemudian compliance.tanggung jawab untuk kontrol seperti ini.
Masyarakat tidak bisa dengan enteng menyerahkan fungsi pengawasan kepada asosiasi atau otoritas bursa yang ada. Sistem yang berjalan juga harus menjadi perhatian untuk bisa dimaksimalkan. Bukan hal yang salah menjadi investor yang cerewet dan menanyakan kode transaksi kepada sekuritas. Daripada duit melayang ? [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.