Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Januari 2015 | 01:16 WIB
Hide Ads

Pasar Saham Dunia Menguat, Bursa AS Futures Naik

Oleh : - | Rabu, 21 Juli 2010 | 16:14 WIB

Berita Terkait

Pasar Saham Dunia Menguat, Bursa AS Futures Naik
IST

INILAH.COM, Seoul - Mayoritas pasar saham dunia berakhir menguat pada perdagangan Rabu (21/7) setelah laba Apple naik sehingga memicu saham teknologi. AP melaporkan harga minyak untuk sementara turun di bawah US$78 per barel setelah sebuah laporan menunjukkan cadangan minyak mentah AS turun kurang dari yang diperkirakan minggu lalu, menunjukkan permintaan untuk bahan bakar masih hangat. Mayoritas bursa Eropa dibuka lebih tinggi. Indeks FTSE 100 naik 1,3 persen menjadi 5.207,11 dan DAX Jerman naik 1,3 persen menjadi 6.042,07. Indeks CAC-40 Perancis sebesar 1,5 persen lebih tinggi ke 3.518,33. Wall Street sepertinya akan dibuka menguat melihat Dow futures naik 22 poin atau 0,2 persen ke 10.200 dan indeks S & P futures naik sebesar 0,7 poin atau 0,1 persen ke 1.080,80.Penguatan saham di pasar Asia dipicu saham teknologi akibat Cupertino, Apple Inc California melaporkan labanya yang di atas ekspektasi. Laba bersih perusahaan meningkat 78 persen menjadi US$3,25 miliar dan pendapatan untuk periode April sampai Juni naik 61 persen mencapai rekor tertinggi US$15,7 miliar. Apple merilis laporannya setelah Wall Street tutup. Goldman Sachs mencatat laba bersih merosot 83 persen pada kuartal kedua sedangkan Yahoo dan IBM keduanya melaporkan pendapatan di bawah perkiraan. "Apple membawa sentimen positif terhadap semua saham teknologi," kata Jackson Wong, Wakil Presiden Tanrich Securities di Hong Kong.Indeks Nikkei 225 menyerah dengan turun 21,63 poin atau 0,2 persen menjadi 9.278,83, dan telah kehilangan 5,3 persen dalam empat sesi terakhir. "Sebuah indikator ekonomi menunjukkan langkah-langkah perbaikan AS sedang melambat," kata Yutaka Shiraki, strategist senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities. "Investor mulai khawatir bahwa perekonomian AS dapat masuk ke resesi double-dip." Saham eksportir Jepang turun karena penguatan yen.Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,1 persen menjadi 20.487,23, Kospi Korsel naik 0,7 persen ke 1.748,78 dan saham Australia naik 0,2 persen ke 4.412,70. Shanghai Composite Index China naik hingga 0,3 persen menjadi 2.535,39 setelah keuntungan besar dalam dua sesi sebelumnya di tengah harapan bahwa regulator China cenderung moderat dalam upaya untuk mendinginkan perekonomian negara tersebut. "Banyak permintaan global kini berpusat pada permintaan China," kata Tan dari UOB. "Ada harapan bahwa pemerintah tidak akan menerapkan kebijakan yang diperketat sepanjang sisa tahun ini." Di tempat lain, pasar di India, Malaysia dan Indonesia meningkat sedangkan saham utama di Singapura dan Taiwan yang sedikit lebih rendah. Di antara saham teknologi, Nintendo Co naik 1,7 persen di Tokyo dan Samsung Electronics Co menguat 2,4 persen di Seoul. Di Australia, perusahaan-perusahaan pertambangan BHP Billiton Ltd naik 1,2 persen setelah melaporkan produksi bijih besi naik 16 persen dalam triwulan April hingga Juni.Dow Jones naik 0,7 persen menjadi 10.229,96 pada perdagangan hari Selasa. Index Standard & Poor 500 naik 1,1 persen menjadi 1.083,48, dan indeks Nasdaq naik 1,1 persen menjadi 2.222,49. Dalam mata uang, dolar melemah menjadi 86,90 yen dari 87,32 yen New York Selasa malam. Euro merosot ke US$1,2861 dari US$1,2892. Benchmark minyak mentah untuk pengiriman bulan September naik 25 sen ke US$77,83 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Kontrak naik 68 sen menjadi US$77,58 pada Selasa. [cms]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.