Selasa, 30 September 2014 | 18:48 WIB
Follow Us: Facebook twitter
INCO Konsultasi Publik Soal Amdal
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh:
pasarmodal - Selasa, 2 Desember 2008 | 11:31 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - PT International Nickel Indonesia (INCO) berencana mengadakan konsultasi publik sebagai langkah awal studi AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) terkait pengembangan usaha di Pomala dan Bahodopi.

Direktur INCO Indra Ginting, dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (2/12), mengatakan tahapan konsultasi publik ini diselenggarakan untuk memperoleh saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat yang berkepentingan atas rencana pengembangan usaha perseroan.

Perseroan telah memulai proses kajian atas lingkungan di Pomalaa dan Bahodopi, termasuk studi AMDAL, sebagaimana dipersyaratkan oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.

Menurut Ginting, masukan hasil konsultasi ini akan disertakan dalam dokumen kerangka acuan analisis dampak lingkungan hidup.

INCO saat ini tengah melakukan kajian atas pembangunan fasilitas pengolahan pelindian dengan tekanan tinggi (high pressure acid leach HPAL) di Pomalaa untuk menghasilkan nikel hidroksida, sebagai produk antara dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 30.000 metrik ton.

Perseroan juga sedang mempelajari pilihan untuk membangun fasilitas pabrik pemurnian di Bahodopi dengan kapasitas sekitar 30.000 metrik ton per tahun untuk mengolah nikel hidroksida yang dihasilkan di Pomalaa.

Di Bahodopi, Perseroan juga merencanakan untuk menambang bijih nikel saprolitik. Bijih nikel dari Bahodopi ini kemudian akan dicampur dengan bijih nikel dari daerah Sorowako sebagai pasokan bahan baku untuk pabrik pengolahan pyrometallurgical yang telah ada saat ini di Sorowako.

INCO akan menyampaikan laporan kepada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) berkenaan dengan kajian kelayakan secara ekonomis dan teknis atas pembangunan fasilitas-fasilitas pengolahan di Pomalaa dan Bahodopi selambat-lambatnya April 2009.

Proyek-proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu lima tahun dengan catatan seluruh izin yang diperlukan dapat diperoleh tepat waktu.

Pembangunan proyek-proyek ini akan bergantung pada perjanjian dengan instansi pemerintah terkait yang mendukung investasi modal yang sangat besar, termasuk kepastian atas perizinan yang memenuhi berbagai persyaratan serta persetujuan pemegang saham INCO atas imbal hasil investasi.

Sebelum realisasi proyek, hasil kajian kelayakan itu harus diselesaikan dan dievaluasi bersama oleh perseroan dan ESDM dan setiap keputusan untuk kelanjutan investasi tersebut memerlukan persetujuan direksi dan dewan komisaris perseroan.[*tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.