Minggu, 21 Desember 2014 | 11:41 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PDI-P dan PKS Bakal Tolak Kenaikan TDL 2010
Headline
Zulkieflimansyah - inilah.com
Oleh: Makarius Paru
pasarmodal - Selasa, 15 Juni 2010 | 12:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Fraksi PDIP dan PKS dipastikan akan menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 2010 rata-rata sebesar 10%.

Anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS, Zulkieflimansyah mengatakan fraksi PKS belum bisa menyetujui rencana kenaikan TDL. "Menurut kami, hingga saat ini belum ada alasan logis dari pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 2010," ujarnya.

Dia menambahkan jika pemerintah mampu mengamankan kebutuhan batubara dan gas bagi PLN, sesungguhnya TDL tidak perlu naik.
"Karena kesalahan pemerintah yang tidak mampu memyediakan energi yang murah kepada PLN, maka rakyatlah yang dikorbankan," kata
Zulkifliemansyah dalam Raker Penyesuaian TDL antara Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/6).

Selain fraksi PKS, Anggota Komisi VII fraksi PDIP, Daryatmo juga mengatakan ketidaksetujuannya terhadap kenaikan TDL. "Belum saatnya TDL dinaikkan, kecuali pada 2011 kemungkinan opsi kenaikan TDL bisa dipertimbangkan. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.