INILAH.COM, Jakarta - Nilai transaksi internet banking Bank Central Asia Tbk (BBCA) meningkat 50% dari Rp273,5 triliun pada kuartal pertama 2009 menjadi Rp412,1 triliun pada kuartal pertama 2010.
Untuk jumlah transaksi internet banking naik 87% dari 43,7 juta transaksi pada kuartal pertama 2009 menjadi 82,1 juta pada kuartal pertama 2010. Selain itu, jumlah transaksi lewat mobile banking pun meningkat. BCA mencatatkan nilai transaksi lewat mobile banking naik 57% dari Rp27,9 triliun pada kuartal pertama 2009 menjadi Rp43,9 triliun pada kuartal pertama 2010. Jumlah transaksi mobile banking pun meningkat 47% dari 25,6 juta pada kuartal pertama 2009 menjadi 37,8 juta pada kuartal pertama 2010.
Transaksi cabang sebesar Rp2,384,8 triliun pada kuartal pertama 2010 dengan jumlah transaksi 44,5 juta transaksi. Untuk transaksi di ATM nilai transaksi sebesar Rp217,8 triliun pada kuartal pertama 2010 dengan jumlah transaksi 213,2 juta.
BCA juga mencatatkan penurunan tabungan year on year dari Rp128,137 miliar pada Desember 2009 atau turun 11,1% menjadi Rp122,294 miliar pada kuartal pertama 2010. Menurut Wakil Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, industri perbankan alami penurunan tabungan. Hal ini didukung dari Pembayaran pajak dan kemungkinan perpindahan ke pasar modal.
"Pada kuartal pertama tabungan menurun karena dipakai transaksi perdagangan di pasar modal dan pembayaran pajak," kata Jahja pada Kamis (29/4). [mel/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !.
Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android
dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.