Sabtu, 1 November 2014 | 10:50 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Satu Lagi Kabar Mayora
Headline
inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Ibrahimsyah
pasarmodal - Kamis, 4 September 2008 | 08:59 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Laba bersih PT Mayora Indah (MYOR) naik 26% dari periode sebelumnya menjadi Rp 91,3 miliar ditopang kenaikan penjualan yang mencapai 41%. Strateginya, mengejar volume guna untuk mengkompensasi tipisnya margin.
Analis PT Danareksa Sekuritas Naya Tirambintang menanggapi pengumuman kinerja Mayora mengatakan pertumbuhan kinerja perusahaan itu dibayangi oleh tipisnya margin, yaitu 23,6%, yang merupakan terendah dalam 8 tahun terakhir.
Hanya saja, demikian Naya dalam laporan risetnya, perseroan berhasil menekan beban biaya ke level yang diharapkan sehingga hanya terjadi kenaikan yang tipis yaitu 7%. Dengan demikian Mayora berhasil membukukan kenaikan pendapatan bersih yakni 27%.
Perolehan laba bersih pada semester I 2008 merupakan pencapaian sebesar 56% dari target laba selama setahun ini. Sementara harga Saham Mayora, Rabu (3/9) terkoreksi 2,78% menjadi Rp 1.400 per saham dari posisi terakhir kemarin.
Sebelumnya Direktur Keuangan Mayora Hermawan Lesmana mengatakan pertumbuhan kinerja lebih banyak didorong peningkatan volume penjualan dibandingkan dengan harga jual. Kenaikan volume penjualan terjadi pada semua produk perseroan, sedangkan kenaikan harga jual hanya terjadi pada produk tertentu.
Hermawan menambahkan peningkatan volume penjualan terjadi sejalan dengan ekspansi perseroan berupa penambahan mesin pada tahun lalu. Penambahan mesin untuk peningkatan kapasitas produksi itu dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan pasar. "Permintaan masih tinggi, di samping itu kami juga menciptakan permintaan."
Mayora adalah produsen sekaligus distributor makanan konsumer. Pada kurun Januari-Juni, perseroan menaikkan harga jual produk rata-rata 5-8% untuk mengimbangi peningkatan biaya seperti harga bahan baku. Harga komoditas yang terus melambung mengikuti harga dunia, katanya, dikhawatirkan menggerus margin kotor perseroan.
Analis CIMB-GK Securities Erwan Teguh Teh mengaku cukup khawatir dengan prospek Mayora tahun ini mengingat produk yang dihasilkan perseroan bukan termasuk kebutuhan primer.
Sehingga ada kecenderungan masyarakat mengurangi konsumsi dalam rangka pengetatan anggaran belanja rumah tangga. Pada 3 April silam, Erwan memberi peringkat underperform terhadap saham Mayora dengan target harga saham dalam 12 bulan mendatang Rp 945 per lembar. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.