Kamis, 24 April 2014 | 20:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bung Karno Kecil Bernama Prananda
Headline
Muhammad Prananda Prabowo - inilah.com
Oleh: R Trimutia Hatta
pasarmodal - Rabu, 7 April 2010 | 11:54 WIB
INILAH.COM, Bali - Nama lengkapnya Muhammad Prananda Prabowo. Ia adalah anak kedua Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Sosoknya pendiam, namun di balik itu, ia mewarisi sisi ideologis Bung Karno.

Secara tiba-tiba, nama pria yang akrab disapa Nanan ini mencuat ke permukaan menjelang Kongres III PDIP di Bali. Bahkan, namanya sempat digadang - gadang menjadi Wakil ketua umum mendampingi sang ibu selama lima tahun ke depan.

Pria kelahiran 1971 ini dianggap sejumlah kaum Marhaen sebagai salah satu pewaris trah Soekarno. Bahkan, ia didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat menggantikan Megawati Soekarnoputri.

"Prananda itu walaupun pendiam sekali tapi dalam ruang-ruang tertentu dia sarat dengan aktivitas. Saya pernah berdiskusi, dia sangat paham tentang ideologi. Dia memiliki pemahaman yang lengkap akan demokrasi dan ideologi. Dia adalah representasi anak ideologis sekaligus anak biologis trah Bung Karno," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo yang mengaku dekat dengan Prananda.

Ganjar juga mengungkapkan, Nanan seringkali mengkritik sikap Fraksi PDIP di DPR bila ada kebijakan Fraksi yang dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran Bung Karno. Menurutnya, Nanan memang sangat mengidolakan kakeknya yang merupakan proklamator Republik Indonesia.

"Kalau mengomentari sikap Fraksi PDIP soal sesuatu yang dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran Bung Karno, Mas Nanan tidak dengan menggurui, dengan mengatakan, ini salah, harusnya begini dan begitu. Mas Nanan hanya bilang, 'Memang begitu ya mas, bukannya dulu Bung Karno begini sikapnya', begitu cara beliau," terangnya sambil menirukan Nanan.

Selama ini, ayah dari dua anak ini tidak pernah muncul sekalipun di ruang publik. Ia pertama kali muncul saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama sang adik, Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDIP.

Saat itu pun, kali pertamanya Nanan angkat bicara walaupun cuma sedikit. Nanan masih menunjukkan sisi misteriusnya. Ia hanya menjawab secara diplomatis saat ditanya soal wacana kongres menjadikannya wakil Ketua Umum PDIP. "Itu semua tergantung hasil kongres. Seperti kata Bu Mega, nanti kongres yang akan menentukan," ucapnya.

Sikap hormat Nanan kepada kakeknya itu ditunjukkan melalui situs yang dikelolanya, www.gentasuararevolusi.com. Dalam situs itu, Nanan banyak bicara soal Bung Karno. Bahkan ia merangkum hampir semua pidato Bung Karno, salah satunya adalah pidato di hari lahirnya Pancasila. Tak lupa, Nanan juga menyajikan album foto-foto Bung Karno semasa hidupnya.

Nanan memang masih belum mau menunjukkan sikap ideologis Soekarno-nya kepada publik. Ia masih memilih diam. Namun, sosok Soekarno kecil itu sebentar lagi akan menjadi ikon baru PDIP. Terlebih, jika ia berhasil menduduki posisi wakil ketua umum PDIP ataupun posisi strategis lainnya dalam kepengurusan DPP PDIP hasil Kongres III PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali.(ram)
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
hadhie
Sabtu, 26 Februari 2011 | 15:06 WIB
namanya juga berpendapat, sah-sah saja. memg sukarno cuma satu, tidak ada lagi sukarno. tp mungkin dari segi pemikiran memang mewarisi pikirannya bung karno. banyak yang ingin seperti bung karno, tapi tdk pernah mengajarkan ajaran bungkarno, yang bisa menundukan AS. tp saya juga tertarik dgn crita tentang mas adnan. ya mudah-mudahan mas adnan pewaris pemikiran bung karno. yang bisa mengedepankan kepentingan rakyat dan mengedepankan harga diri dan mempertahankan jati diri bangsa seutuhnya.
Jhon Budug
Kamis, 13 Mei 2010 | 14:56 WIB
Saya tertarik baca artikel tentang Nanan, dan untuk itu saya kepengin diskusi dengan beliau, kalo beliau berkenan ! Soalnya saya sudah pernah diskusi dengan Mbak Mega pada 1 Syawal 1996 tentang kebutuhan rakyat Indonesia akan ajaran dan manfaat Bung Karno ! Saat itu mbak mega serius mendengarnya, malahan waktu TK membatasi, Mbak Mega minta diterusin! Sayang, saat ini Mega lebih banyak dikelilingi oleh kaum opportunis, yang idealis telah ketendang diwaktu dizaman Bung Pramono ! Lihat saja, dimana-mana konfercab/konferda ribut melulu ! Sudah saatnya Bung Nanan muncul untuk menjadi pembela kaum wong cilik !
As Fajari
Minggu, 18 April 2010 | 10:02 WIB
Lho baru dengar namanya menjelang kongres PDIP koq sudah disebut Sukarno kecil ? Apa nggak berlebihan ? Ingat Bung Karno umur 14 tahun sudah latihan pidato waktu kost di rumahnya HOS Cokroaminoto. Mungkin Budiman sujatmikolah yang panstas disebut Bung Karno Kecil.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.