Minggu, 20 April 2014 | 20:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Proyek Rel KA Poles Saham PTBA
Headline
istimewa
Oleh: Asteria
pasarmodal - Senin, 29 Maret 2010 | 13:27 WIB
Berita Terkait
INILAH.COM, Jakarta - Prospek menarik saham PT Bukit Asam (PTBA), membuat emiten batubara ini mendapat rekomendasi akumulasi dari para analis. Seperti apa potensinya?
Analis Samuel sekuritas Christine Salim merekomendasikan beli untuk PTBA, terkait kemajuan proyek pembangunan rel KA. Proyek yang akan beroperasi secara komersial pada 2014, akan meningkatkan produksi batubara PTBA secara signifikan hingga 217%.
Dengan ekspektasi kebutuhan dana sebesar US$144 juta, Christine optimistis perseroan tidak akan mengalami kesulitan. Terutama melihat posisi net cash per Desember 2009 sebesar Rp4,8 trilun atau US$521 juta, paparnya.
Saat ini, saham PTBA diperdagangkan pada Price Earning (PE) 2010-2011 sebesar 14,2-10,7 kali dan EV/reserve sebesar US$1,9/ton. Kami mempertahankan rekomendasi buy dengan target Rp20.200 per saham, ujarnya, Senin (29/3).
Seperti diketahui, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) telah menandatangani kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Operator & Maintenance (OM) dengan China Railway Group Ltd pada 23 Maret 2010 di Beijing. BATR merupakan perusahaan Joint Venture antara PTBA (10%), PT Transpacific Railway Infrastructure (80%) dan China Railway Engineering Corp (10%).
Proyek pembangunan angkutan KA dan pelabuhan batubara sepanjang 307 km tersebut, akan mengangkut batubara dari Tambang Batubara Banko Tengah di Tanjung Enim hingga Srengsem di Lampung. Jalur KA tersebut akan menambah kapasitas angkut 27 juta ton per tahun, dari kapasitas saat ini 11 juta ton.
Kontrak senilai US$4.8 miliar, terdiri dari EPC senilai US$1,3 miliar yang akan diselesaikan dalam 4 tahun atau 2014. Sedangkan nilai kontrak OM sebesar US$3,5 miliar untuk 20 tahun.
China Railway kemudian akan menyelesaikan design layout KA sekitar 3 bulan sejak kontrak EPC ditandatangani dan setelah itu proses pembebasan lahan akan dimulai.
Christine menuturkan, pihaknya mengkhawatirkan tahap pembebasan lahan yang diperkirakan akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan, mengingat masalah ini selalu menjadi hambatan. Namun aturan baru pembebasan tanah yang akan diberlakukan, diharapkan dapat memperlancar proyek kereta api ini, ucapnya.
Kabar baik dari pembangunan rel KA, juga membuat Purwoko Sartono dari Panin Sekuritas merekomendasikan PTBA. Pasalnya, peningkatan nilai proyek diiringi dengan peningkatan kapasitas angkut. Rekomendasi beli untuk PTBA, ujarnya.
Menurutnyak, nilai pembangunan proyek tersebut semula sebesar US$ 1,06 miliar untuk kapasitas 20 juta ton per tahun. Namun kontrak baru menyatakan, nilai pembangunan meningkat menjadi US$1,3 miliar, dengan kapasitas angkut juga meningkat menjadi 27 juta ton per tahun.
PTBA melaporkan kinerja yang cukup signifikan sepanjang 2009. Meskipun harga penjualan rata-rata batubara turun cukup signifikan, ada perimbangan dari kenaikan jumlah produksi.
Laba bersih naik pesat 59,75% menjadi Rp 2,727 triliun, dengan pendapatan sebesar Rp 8,947 triliun, naik 23,98%. Harga pokok penjualan tercatat Rp 4,104 triliun, meningkat 11,34%. Pos pendapatan lain-lain juga meningkat tajam sebesar 282,87% menjadi Rp 217,039 miliar.
PTBA menargetkan produksi dan penjualan batubara 2011 sekitar 20,05 juta ton, dengan penjualan 23,67 juta ton. Pada 2012 target produksi sebesar 20,26 juta dengan target penjualan 24,10 juta ton.
Adapun volume ekspor batubara 2010 akan meningkat 37,8% dari volume ekspor batubara 2009. Adapun rincian negara tujuan ekspor batubara tersebut, antara lain Jepang yang direncanakan sekitar 1,302 juta ton naik dari sebelumnya 1,156 juta. Taiwan naik jadi 1,014 juta dari 688 ribu, Thailand sekitar 142 ribu ton, Korea 153 ribu ton, China naik jadi 2.348 juta ton dari 1.440 juta ton. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.