Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 13:21 WIB

Caplok Muamalat, Minna Padi Dinilai Langkahi OJK

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 12 Januari 2018 | 15:10 WIB

Berita Terkait

Caplok Muamalat, Minna Padi Dinilai Langkahi OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Minna Padi Investama Tbk (PADI) ternyata dinilai melangkahi aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari rencananya mencaplok saham PT Bank Muamalat.

Lantaran, hingga kini dokumen persyaratan yang diperlukan dalam mengakuisisi saham Bank Muamalat belum sampai ke laci OJK.

"Sampai sekarang dokumennya belum sampai, tanyakan kenapa kok belum sampai, jangan tanya ke OJK," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Jumat (12/1/2018).

Hoesen bahkan berani bilang bahwa Minna Padi memang tidak akan melakukan pencaplokan saham Bank Muamalat. "Kalau mereka ngomong begitu, tapi tidak pernah menyampaikan kenapa tanya ke OJK," katanya.

Dia bilang, jika Minna Padi memang benar telah menyerahkan dokumen yang diperlukan pastinya OJK akan langsung memproses dokumen tersebut, namun sekali lagi kata Hoesen Minna Padi belum menyerahkan dokumen yang dimkasud. "Kalau di kita (OJK) ada pengajuannya pasti diproses, apalagi kita akanlaunching electronic submissionyang bisa dipantau," katanya.

"Mana dokumen yang disampaikan, suruh dia (Minna Padi) ngomong bahwa dokumen lengkapnya sudah disampaikan," tegasnya.

Minna Padi memang berencana untuk membeli saham Bank Muamalat. Nantinya emiten bersandi PADI sendiri akan bertindak sebagai pembeli siaga dalam rangka penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasinya, rencana Bank Muamalat untuk mengeluarkan saham baru melalui HMETD, maka Minna Padi Investama Sekuritas bermaksud untuk menjadi pemegang saham dengan cara bertindak sebagai pembeli siaga dalam HMETD

Adapun nilai transaksi untuk akuisisi melalui proses HMETD itu sebesar Rp4,5 triliun. Sementara jumlah saham Bank Muamalat yang akan dimiliki oleh PADI sekurang-kurangnya 51% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor oleh Bank Muamalat. PADI sendiri tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Bank Muamalat. [jin]

Komentar

x