Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 00:35 WIB

OJK Yakin Pasar Surat Utang Kian Menggiurkan

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 12 Januari 2018 | 14:01 WIB
OJK Yakin Pasar Surat Utang Kian Menggiurkan
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia berpeluang masuk indeks surat utang (obligasi) global versi Bloomberg Barclay's US Agregat Index Bonds. Peluang ini rumornya sudah menjadi kajian sejak Oktober-November 2017 lalu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah ancang-ancang terkait hal, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Hoesen mengaku sudah memiliki road map atau peta jalan untuk membuat pasar surat utang RI makin menggiurkan bagi investor.

Road Map pengembangan pasar surat utang Indonesia dilakukan dengan fokus terhadap pengembangan 3 (tiga) pilar utama, yaitu trading platform, price discovery, dan intermediaries," kata Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk mewujudkan hal tersebut Hoesen mengungkapkan OJK memiliki program pengembangan yang dijalankan secara terencana, terkoordinasi, dan berkesinambungan. "Realisasi atas upaya pengembangan tersebut telah dapat kita lihat dengan beberapa infrastruktur yang ada, meskipun dalam perjalanan implementasinya masih memerlukan penyempurnaan," ujarnya.

Hoesen mencontohkan beberapa program yang telah dicapai antara lain pendirian Lembaga Penilaian Harga Efek Indonesia, penerapan kewajiban palaporan transaksi surat utang, pembuatan Single Investor Identification (SID) untuk investor surat utang, serta pembentukan Electronic Trading Platform.

Dalam rangka pengembangan pasar repo sendiri, OJK telah menerbitkan peraturan tentang pedoman transaksi repo bagi lembaga jasa keuangan yang diterbitkan pada tahun 2015.

Peraturan ini mengatur prinsip umum yang wajib dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan termasuk standarisasi kontrak dengan menggunakan Global Master Repurchase Agreement Indonesia (GMRA Indonesia).

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa GMRA Indonesia merupakan perjanjian Transaksi Repo yang disusun dengan mengadopsi standar perjanjian GMRA yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA) serta dilengkapi dengan klausul yang menyesuaikan kondisi hukum dan kebutuhan pelaku Transaksi Repo di Indonesia. [hid]

Komentar

 
Embed Widget

x