Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 00:36 WIB

OJK: Ini Bukti Pasar Surat Utang Kinclong di 2017

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 12 Januari 2018 | 13:17 WIB
OJK: Ini Bukti Pasar Surat Utang Kinclong di 2017
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen - (Foto: inilahcom/M Fadil Dj)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merasa bersyukur melihat kinerja industri pasar modal sepanjang tahun 2017 atau tahun ayam api.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengatakan khusus di sektor pasar surat utang sepanjang tahun 2017 terlihat dari kenaikan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) sebesar 34,53 basis poin (bps) selama periode 2017 dari 208,45 (Des 2016) ke 242,98 (Des 2017).

"Iklim investasi di Indonesia terutama pasar obligasi makin kondusif pasca Standard and Poors menaikkan peringkat investasi Indonesia menjadi BBB- (investment grade) pada bulan Mei 2017 dan Fitch Rating juga meningkatkan kembali peringkat utang Indonesia pada bulan Desember 2017 menjadi BBB dengan outlook stabil," kata Hoesen di Gedung BEI Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Hoesen mengungkapkan turunnya persepsi risiko atas investasi di pasar obligasi mendorong arus modal nonresiden yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara. Hasilnya SBN mengalami peningkatan dari Rp107,3 triliun (2016) menjadi Rp170,3 triliun (2017) serta penurunan yield.

Sementara itu, rata-rata yield obligasi pemerintah telah turun sebesar 140,97 bps (atau 1,41%) dari 8,10% (2016) menjadi 6,69% (2017). Begitu pula, rata-rata yield obligasi korporasi rating A juga turun 165,15 bps (atau 1,65%) dari 10,72% (2016) menjadi 9,07% (2017).

Kinerja pasar obligasi yang meningkat di 2017 juga tercermin dari kenaikan rata-rata harian nilai transaksi obligasi sebesar 5,89% dari 15,77 triliun (2016) menjadi 16,70 triliun (2017). "Likuiditas transaksi yang meningkat ini turut menopang peningkatan aktivitas transaksi repo," ujarnya.

Tercatat total transaksi repo selama 2017 naik sebesar Rp42,04 triliun dari Rp263,17 triliun (2016) menjadi Rp305,21 triliun (2017). Rata-rata harian nilai transaksi repo juga mengalami kenaikan dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,28 triliun.

"Tentunya pertumbuhan industri pasar modal ini tidak bisa dilepaskan dari peran kita semua," katanya. [hid]

Komentar

 
x