Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 13:41 WIB

Ekspor China Naik 7,9%, Impor Loncat 15,9%

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 12 Januari 2018 | 12:03 WIB

Berita Terkait

Ekspor China Naik 7,9%, Impor Loncat 15,9%
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Beijing - China melaporkan telah mengalami kenaikan ekspor sebesar 7,9 persen dan kenaikan impor 15,9 persen dalam dolar AS untuk tahun 2017.

Secara yuan, ekspor untuk tahun ini naik 10,8 persen dan impor meningkat 18,7 persen, demikian laporan resmi Administrasi Umum Bea Cukai negara itu mengatakan pada hari Jumat (12/1/2018) seperti mengutip cnbc.com.

Surplus perdagangan keseluruhan China untuk tahun 2017 adalah US$422,5 miliar. Data perdagangan China mencapai tahun yang kuat meski ada banyak kekhawatiran mengenai kesehatan ekonominya.

Baca: Surplus Perdagangan China -AS Tertinggi di 2017

Ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut membukukan data yang sangat kuat untuk tahun 2017 didukung pemulihan global yang luas. Hal itu terlepas dari kekhawatiran seputar ekonomi China, termasuk tingkat hutang yang tinggi, gelembung aset dan perlambatan sektor industri.

Pada bulan Desember, ekspor naik 10,9 persen dari tahun lalu, sementara impor naik 4,5 persen.

Ekonom yang disurvei memperkirakan ekspor berdenominasi dolar akan naik 9,1 persen dari tahun lalu di bulan Desember, melambat dari pertumbuhan 12,3 persen di bulan November.

Para ekonom memperkirakan pertumbuhan impor dalam mata uang dolar AS. Sementara itu, terlihat pada 13 persen pada Desember terhadap pertumbuhan 17,7 persen di bulan November 2017. Neraca perdagangan diperkirakan akan mencapai US$37 miliar pada Desember terhadap US$40,21 di bulan November.

Akan sulit bagi pertumbuhan perdagangan luar negeri China untuk tetap berada di angka dua digit tahun ini, Huang Songping, juru bicara Administrasi Umum Bea Cukai, mengatakan pada hari Jumat di sebuah konferensi pers.

Perdagangan dengan China sensitif secara politis karena ekonomi terbesar kedua di dunia mengalami surplus terhadap banyak mitra dagangnya.

Presiden AS, Donald Trump berulang kali memberi isyarat tindakan lebih keras terhadap apa yang dia sebut praktik tidak adil yang telah menyebabkan defisit perdagangan besar-besaran dengan China.

Di depan Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron minggu ini juga meminta akses lebih besar ke pasar China untuk perusahaan Prancis.

Pekan lalu bahwa China akan mempertahankan target pertumbuhan ekonomi di "sekitar 6,5 persen" pada 2018, sama seperti pada 2017.

Komentar

x