Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 21:30 WIB
 

Wall Street Masih di Jalur Penguatan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 11 Januari 2018 | 19:02 WIB
Wall Street Masih di Jalur Penguatan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Indeks saham AS menguat sedikit lebih tinggi menjelang pembukaan perdagangan Kamis. Investor mencatat sentimen campuran di pasar luar negeri.

Dow Jones industrial average futures naik 20 poin. Sementara indeks S & P 500 dan Nasdaq 100 futures masing-masing menguat 2,25 poin dan 5,5 poin, seperti mengutip cnbc.com.

Pada perdagangan sebelumnya, S & P 500 dan Nasdaq membukukan kemenangan beruntun enam hari, keduanya ditutup melemah karena investor cemas mengenai kemungkinan China menghentikan pembelian obligasi Treasury, dan AS ' Keterlibatan masa depan di NAFTA.

Pada hari Kamis, pasar di seluruh dunia terus menarik kembali sedikit dari harga tertinggi baru-baru ini.

Kekhawatiran juga telah terpancar ke pasar obligasi karena imbal hasil Treasury Treasury AS 10 tahun naik ke tingkat tertinggi sejak Maret pada hari Selasa.

Pada hari Rabu, Bloomberg News melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa pejabat di Beijing telah merekomendasikan bahwa pemerintah China merosot - atau bahkan berpotensi berhenti - pembelian hutang negara AS.

Namun, pada hari Kamis, regulator mata uang China mengatakan bahwa negara tersebut melakukan diversifikasi cadangan devisa sambil menolak laporan media mengenai obligasi AS, menurut Reuters.

Seiring pasar obligasi terus membebani sentimen, investor akan mencari data rilis berikutnya untuk mengetahui bagaimana kinerja ekonomi A.S.

Pertama, klaim pengangguran jatuh tempo pada pukul 8:30 am ET, bersamaan dengan data indeks harga produsen (PPI). Pernyataan Treasury Bulanan kemudian diharapkan keluar pada pukul 2 siang. ET.

Di depan bank sentral AS, Presiden Fed New York William Dudley diperkirakan akan hadir di "prospek ekonomi A.S. SIFMA: Apa yang ada di toko untuk 2018" di New York.

Komentar

 
x