Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 21:22 WIB
 

Entrepreneur AS Sayangkan Startup belum Lirik IPO

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 11 Januari 2018 | 13:03 WIB
Entrepreneur AS Sayangkan Startup belum Lirik IPO
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Para Investor asing kerap kali mempertanyakan kenapa perusahaan-perusahaan berbasis teknologi seperti Starup sangat sedikit sekali yang melantai bursa atau Initial Public Offering (IPO).

Hal tersebut dikatakan Direktur Bursa Efek (BEI), Alpino Kianjaya saat bertemu dengan para members METal International, sebuah asosiasi entrepreneur asal Amerika Serikat (AS) pada Kamis (11/1/2018) di Gedung BEI, Jakarta.

Alpino bilang kisah sukses usaha rintisan (Starup) dalam menjajakan saham di pasar modal bukan isapan jempol. Tahun lalu, setidaknya dua startup mengorbit di papan pencatatan bursa. Masing-masing PT M Cash Integra (MCAS) dan PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS).

"Mereka tanyakan yang listed di Indonesia apakah ada yang IT Base, Starup," kata Alpino.

Alpino bilang para investor asing sangat tertarik untuk berinvestasi di sektor IT Base seperti Starup. Namun sayangnya pilihan untuk sektor ini di pasar modal masih sedikit.

"Karena dia tahu di Indonesia, dengan populasi yang besar, potensi untuk mereka investasi sangat besar, makanya dia lirik Traveloka, Tiket.com, Gojek untuk listed di Bursa Efek Indonesia pasti banyak yang mau investasi di sahamnya," kata Alpino.

Alpino juga bilang perusahaan-perusahaan Starup dikemudian hari akan menjadi primadona investor untuk melakukan investasinya di pasar modal, lantaran perusahaan Starup memiliki basis pasar yang begitu besar.

"Kita lihat pengguna online di Indonesia ratusan juta orang, apakah engga booming perusahaan tersebut," katanya.

Alpino bilang saat ini perusahaan Starup yang terdaftar di IDX Incubator sekitar 40-an perusahaan, dimana 40-an perusahaan tersebut akan diberikan pelatihan dan pembelajaran bagaimana mengelola perusahaan yang baik, transparan dalam laporan keuangan untuk melengkapi persyaratan go public.

Dengan laporan keuangan tersebut, diharap nanti jika perusahaan Starup tersebut siap IPO tidak menghadapi hambatan berarti. [hid]

Komentar

 
x