Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 13:29 WIB

Bos OJK Ingin Pasar Modal Gerakkan Roda Ekonomi

Selasa, 2 Januari 2018 | 14:05 WIB

Berita Terkait

Bos OJK Ingin Pasar Modal Gerakkan Roda Ekonomi
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa pemanfaatan pasar modal Indonesia sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang mengalami peningkatan, bahkan pada 2017 dapat mengimbangi penyediaan pembiayaan dari perbankan.

"Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk terus membangun kredibilitas dan pendalaman pasar modal kita sehingga ke depannya pasar modal Indonesia menjadi lebih berperan lagi dalam menggerakkan roda ekonomi nasional dan lebih berdaya saing di kancah global," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Ia mengemukakan bahwa pendanaan melalui pasar modal Indonesia pada 207 mencapai sebesar Rp254,5 ttriliun, naik sekitar 30,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar modal merupakan alternatif pembiayaan infrastruktur, investasi swasta maupun pembiayaan program-program strategis pemerintah lainnya.

Ia menambahkan bahwa kinerja industri pasar modal Indonesia yang positif itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, baik di sektor riil, di bidang ekonomi dan juga sektor keuangan, dalam membangun kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek ekonomi Indonesia.

"Kami memiliki komitmen besar untuk lebih mengoptimalkan peran pasar modal dalam mendukung pembangunan nasional melalui berbagai kebijakan penyempurnaan infrastruktur dan perluasan instrumen pasar modal, serta tentunya dengan dukungan perbaikan fundamental ekonomi melalui berbagai kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia," katanya.

Wimboh Santoso mengharapkan pada akhir 2018 nanti, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat kembali meraih rekor baru. IHSG merupakan salah satu indikator kinerja pasar modal.

"Industri pasar modal Indonesia telah menorehkan kinerja yang cukup menggembirakan di tahun 2017 lalu. IHSG mampu tumbuh sebesar 19,99 persen dan ditutup di level 6.355,65 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia serta menjadi pertumbuhan yang tertinggi keempat di Bursa Efek kawasan Asia Pasifik," paparnya.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa pihaknya selaku fasilitator perdagangan efek, baik saham, obligasi, dan instrumen di pasar modal akan menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien sehingga minat investasi semakin tinggi yang akhirnya menopang kinerja industri.

"Ke depan, kami juga menargetkan nilai kapitalisasi Bursa mencapai Rp10.000 triliun dalam 2 tahun ke depan," katanya.

Untuk mencapai target itu, lanjut dia, pihaknya akan mendorong perusahaan masuk ke pasar modal lebih banyak, serta memperkuat peran broker atau anggota bursa (AB) sehingga dapat mendukung industri.

"Salah satu cara memperkuat peran broker dengan merealisasikan Securities Financing (Pendanaan Efek Indonesia/PEI), izinnya akan dikeluarkan oleh OJK," katanya. [tar]

Komentar

x