Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 04:28 WIB
 

Melalui Pasar Modal

20 Emiten Infrastruktur Raih Dana Rp38,9 T di 2017

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 21 Desember 2017 | 17:35 WIB
20 Emiten Infrastruktur Raih Dana Rp38,9 T di 2017
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdiri, sudah banyak program strategis yang telah dilakukan dalam upaya mendukung stabilitas sektor jasa keuangan.

"Semua itu juga dalam upaya memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional maupun dalam melindungi kepentingan konsumen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam jumpa pers akhir tahun di kantor OJK, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Di antara program-program strategis, lanjut dia, adalah Pembiayaan infrastruktur melalui pasar modal. "Tercatat 20 emiten sektor infrastuktur yang melakukan fund raising melalui Pasar Modal dengan total nilai emisi Rp38,9 triliun dalam tahun 2017," ujarnya.

Selain itu, pihaknya memberikan izin untuk 2 KIK-EBA terkait infrastruktur, dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp6 triliun. "Begitu juga dengan peluncuran pembiayaan Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP) di mana sampai November 2017, telah diterbitkan 4 izin EBA-SP dengan total nilai Rp2,36 triliun," papar Wimboh.

Selain pasar modal, OJK juga memfasilitasi upaya penurunan tingkat ketimpangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. "Salah satunya dengan terus memperluas program Laku Pandai (branchless banking) dengan jumlah nasabah mencapai 11,8 juta dan melibatkan 428.852 agen dengan saldo tabungan yang telah mencapai Rp1,26 triliun," ucapnya.

Pihaknya juga mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar lebih diarahkan ke sektor produktif. Jumlah realisasi pembiayaan sampai dengan November 2017 yang telah disalurkan melalui program KUR mencapai Rp91,40 triliun atau 85,66% dari pagu 2017.

OJK juga menginisiasi program KUR Klaster Nasional untuk beberapa komoditas unggulan yang diharapkan dapat lebih mengakselerasi penyaluran KUR di beberapa bank yang model bisnisnya bukan di segmen ritel.

Lalu, memfasilitasi pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Syariah "Bank Wakaf Mikro" di beberapa pesantren yang salah satunya adalah di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, dengan pilot project 20 LKMS (10 sudah beroperasi, 10 dalam proses perijinan) yang tersebar di berbagai daerah. "Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf adalah pembiayaan tanpa agunan dengan margin setara 3%," tuturnya.

Pihaknya juga mengoptimalisasi peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang saat ini telah berdiri 61 TPAKD baik di tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota.

Selanjutnya, mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat di daerah. "Berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi secara rutin dan lebih terarah dilakukan untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat untuk dapat mendukung pencapaian target pemerintah untuk tingkat inklusi keuangan sebesar 75% dan literasi keuangan 35% pada tahun 2019," papar Wimboh.

Sementara itu, di bidang perlindungan konsumen, sepanjang 2017, Satgas Waspada Investasi semakin aktif, di antaranya dengan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terhadap entitas-entitas yang tidak memiliki izin usaha penawaran produk dan penawaran investasi sehingga berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

Sebanyak 80 entitas yang diidentifikasi berpotensi merugikan masyarakat dan terdapat 12 entitas yang telah diproses hukum. "Pada awal tahun 2018, OJK juga akan melakukan re-branding contact center yang sebelumnya di nomor 1500655 menjadi kontak OJK 157, yang didukung dengan infrastruktur yang lebih andal dan layanan yang lebih cepat," imbuhnya. [jin]

Komentar

 
x