Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 17 Januari 2018 | 00:32 WIB

Tol Surabaya-Mojokerto, BNI Rogoh Rp1,08 Triliun

Oleh : - | Selasa, 19 Desember 2017 | 17:58 WIB
Tol Surabaya-Mojokerto, BNI Rogoh Rp1,08 Triliun
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengucurkan kredit sindikasi untuk pembangunan proyek Jalan Tol Surabaya - Mojokerto dengan porsi 30,98 persen dari total pembiayaan atau Rp1,080 triliun.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta dalam peresmian ruas tol seksi IB, Seksi II, dan Seksi III di Pintu GTO Warugunung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/12/2017), mengatakan BNI berbagi porsi pembiayaan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Bank Jatim, Bank Sumut, Bank DIY, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Indonesia Eximbank.

"Pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu dari sektor-sektor utama yang mendapatkan pembiayaan BNI,"" kata Herry melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta.

Dalam perjanjian kredit sindikasi ini BNI juga bertindak sebagai Mandated Lead Arranger, Agen Fasilitas, dan Agen Penampungan.

Pemilik konsesi ruas tol Surabaya-Mojokerto adalah PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM).

Tol Surabaya - Mojokerto sepanjang 36,2 kilometer memiliki nilai proyek sebesar Rp4,9 triliun yang dibiayai secara sindikasi dengan pembiayaan total sebesar Rp 3,4 triliun.

Pembangunan Tol Surabaya - Mojokerto dibagi atas 4 Seksi, yaitu Seksi IA: Waru - Sepanjang, Seksi IB: Sepanjang - Western Ring Road, Seksi II: Western Ring Road - Driyorejo, Seksi III: Driyorejo - Krian, dan Seksi IV: Krian - Mojokerto. Seksi IA dan Seksi IV saat ini telah beroperasi, dimana Seksi I mulai beroperasi sejak tanggal 27 Agustus 2011 dan Seksi IV mulai tanggal 19 Maret 2016.

Seksi IB, Seksi II, dan Seksi III baru selesai proses konstruksinya dan beroperasi mulai Selasa (19 Desember 2017). Peresmian beroperasinya ruang tol Seksi IB, Seksi II dan Seksi III dilaksanakan oleh Presiden RI Joko Widodo di Pintu GTO Warugunung (Seksi II).

Pembiayaan sindikasi ini, kata Herry, merupakan salah satu dukungan kepada program pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan banyak lapangan kerja. [tar]

Komentar

 
x