Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 April 2018 | 01:11 WIB
Hightlight News

Inilah Potensi Beban Bagi IHSG Pekan Ini

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 11 Desember 2017 | 06:08 WIB

Data Ekonomi Topang Wall Street

Inilah Potensi Beban Bagi IHSG Pekan Ini
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, IHSG masih akan mencoba bertahan di level 6.000. Apabila gagal bertahan maka support terdekat IHSG berada di 5.970. Sedangkan untuk resisten terdekat berada dikisaran 6.045.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, apabila dapat ditembus dan dilewati, maka IHSG berpeluang untuk menguji area tertingginya lagi di level 6.098.

"Untuk pekan ini sebaiknya berhati-hati seiring ketidakpastian global terkait potensi memanasnya kembali wilayah Timur Tengah, setelah pengakuan Trump tentang Yerussalem sebagai ibukota Israel," katanya Minggu (11/12/2017).

Selain itu perhatian lebih juga akan diberikan oleh pelaku pasar pada penetapan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik lagi sebesar 25 bps. Investor juga akan mencari petunjuk dari pidato Janet Yellen di akhir masa jabatannya dan statement-nya terkait kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan naiknya kembali suku bunga AS di tahun 2018.
 
Untuk pekan ini, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa sentimen, terutama dari luar negeri yang diperkirakan akan lebih dominan. Pengakuan Presiden AS Donald Trump, bahwa Yerussalem sebagai ibukota Israel akan memanaskan tensi di wilayah tersebut dan menjadi kecemasan besar negara-negara di Timur Tengah.

Selain sentimen tersebut, pelaku pasar akan mencermati banyaknya agenda dan kejadian ekonomi penting. Hari Selasa 12 Desember 2017, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data harga produsen AS, Pernyataan Presiden ECB Mario Draghi. Rabu 13 Desember 2017 : Pernyataan Gubernur RBA Philip Lowe, Rilis indeks pendapatan rata-rata dan tingkat pengangguran Inggris, Rilis data inflasi dan persediaan minyak AS, Pernyataan dan proyeksi ekonomi serta kebijakan suku bunga The Fed.

Kamis 14 Desember 2017, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran Australia, Rilis data produksi industri China, Rilis data penjualan ritel Inggris, Kebijakan moneter dan suku bunga BOE, Keputusan suku bunga dan konferensi pers ECB, Rilis data penjualan ritel dan klaim pengangguran AS.

Sementara dari dalam negeri, pada hari senin akan dirilis data penjualan ritel dan cadangan devisa hingga akhir November 2017. Di sisi lain, disamping Bank sentral AS, Inggris dan Eropa yang mengadakan pertemuan pada pekan ini, Bank Indonesia juga akan menentukan kebijakan suku bunganya pada hari kamis. Diperkirakan BI rate akan tetap dan tidak berubah. Kemudian pada hari jum’at akan dirilis data export-import dan neraca perdagangan Indonesia.

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x