Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 00:34 WIB

Penjatahan Saham IPO Bakal Diatur

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 6 Desember 2017 | 16:29 WIB
Penjatahan Saham IPO Bakal Diatur
Direktur Utama BEI Tito Sulistio - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku tengah mengkaji aturan porsi penjatahan saham investor ritel dan institusi pada saat penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Penjatahan dilakukan agar likuiditas transaksi terjaga. "Kadang-kadang allotment untuk ritel kecil sekali, makanya OJK akan buat aturan, namanya automatic bookbuilding, di mana 5-10% wajib ke ritel, tapi kalau permintaan banyak bisa 30%," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Gedung BEI Jakarta, Rabu (6/11/2017).

Ketentuan alokasi penjatahan saham tersebut, menurut Tito, selama ini tidak diatur dan baru akan diatur nantinya dalam peraturan OJK. Rencananya, alokasi untuk publik lebih besar sehingga mendorong aktivitas perdagangan.

"Ritel jarang bookbuilding, pesan lewat call, jarang bayar, biasanya bookbuilding investor gede profesional, ritel biasanya base-nya permintaan," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, porsi fix allotment saham IPO mayoritas dimiliki oleh investor institusi yang hanya likuid di masa-masa awal. Pasalnya, karakteristik investasinya berorientasi jangka panjang.

"Ada yang bilang asing menguasai, begitu domestik kok domestik kegedean, begitu institusi, apapun yang lebih banyak, menurut gua adalah distribusi yang bagus, tapi gak ada tuh rulesnya, ritel harus berapa, domestik berapa, asing berapa," paparnya. [hid]

Tags

Komentar

 
x