Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:25 WIB

Ini Langkah LPKR Beli Lippo Plaza Jogja dan Siloam

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 6 Desember 2017 | 13:25 WIB
Ini Langkah LPKR Beli Lippo Plaza Jogja dan Siloam
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk menjelaskan First REIT dan Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMRT) akan mengakuisisi Lippo Plaza Jogja dan Siloam Hospitals Yogyakarta (SHYG) senilai 88,1 juta dolar Singapura atau setara dengan Rp834,6 miliar.

Untuk rencana ini, keduanya akan minta ijin para pemegang saham melalui RUPSLB pada Rabu (20/12/2017). Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (6/12/2017).

Presdir LPKR, Ketut Budi Wijaya menjelaskan penyelesaian akuisisi kedua properti di Yogya pada akhir tahun 2017 akan memberikan kontribusi yang baik terhadap pendapatan dan laba LPKR di tahun 2017. "Saya dengan senang melaporkan SHYG telah beroperasi penuh sejak Juli 2017 dan sekarang kembali on track untuk di jual ke REITs," katanya.

Properti ini terletak di Laksda Adi Sucipto yang terdiri dari bangunan bertingkat 10 yang pada awalnya di bangun pada tahun 2005. Luas bangunan mencapai 13.715 m2. Properti ini memiliki area parkir kendaraan yang tingkat yang dapat menampung 752 mobil dan 875 sepeda motor. Selain itu juga terdapat helipad di atas atap.

SHYG memiliki GFA 12.474 m2 dengan kapasitas maksumum 220 tempat tidur dan mulai beroperasi di bawah merek Siloam Hospitals pada bulan Juli 2017 dan Centers of Excellence untuk Neuroscience dan kardiologi. Pekerjaan konstruksi fisik dan pembangunan kembali SHYG selesai pada tahun 2015.

LPJ memiliki GFA 66.098 m2 yang terdiri dari 35.965 m2 untuk mall dan 30.133 m2 untuk area parkir dengan beragam penyewa di antaranya bioskiop, toko-toko penjaja makanan dan hypermarket. LPJ telah direnovasi pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 dan telah kembali beroperasi pada bulan Juni 2015.

LPKR per 30 November telah mendapatkan rating dari Fitch rating ke BB dengan outlook stabil. Hal ini seiring dengan peningkatan pra penjualan menjadi Rp5,4 triliun selama 9 bulan di 2017 dari Rp1,2 triliun di tahun 2016.

Komentar

 
x