Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:24 WIB

DAJK Pailit, Bagaimana Nasib Investor?

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 5 Desember 2017 | 13:32 WIB
DAJK Pailit, Bagaimana Nasib Investor?
PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk. dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada hari Rabu (22/11/2017).

Perjanjian perdamaian DAJK dibatalkan majelis hakim, dan DAJK dinyatakan pailit. Tuntutan pailit itu datang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang menilai kepailitan debiturnya PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk.

Lantas bagaimana nasib investor DAJK terkait palitnya perusahaan kemasan karton tersebut?

Menanggapi hal ini Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat mengaku masih terus memantau upaya-upaya yang dilakukan DAJK untuk menghilangkan status pailitnya, guna tetap melindungi para investor DAJK. "Kalau memang dipailitkan kita kan tinggal konfirmasi apakah mereka ada upaya hukum lain. Apa lagi kira-kira yang mereka bisa lakukan," kata Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Samsul menambahkan bahwa nasib para investor menjadi tidak menentu akibat status pailit yang diterima DAJK, yang paling mengkhawatirkan adalah hilangnya uang para investor terkait status perseroan ini.

Jika sudah final mendapatkan status pailit mau tidak mau BEI akan menghapus saham DAJK atau delisting. "Iya mau tidak mau, mau ngapain lagi? Contoh kalau kita investasi, beli kambing mau diternakin kambingnya mati itu sama dengan pailit," katanya.

Kabar terbaru, DAJK masih berharap agar bisa lepas dari status pailit yang disandangnya sejak (22/11/2017) dengan mengajukan kasasi.

Kasasi ke Mahkamah Agung diajukan lantaran perusahaan kemasan karton itu yakin tidak melanggar perjanjian perdamaian dengan para kreditur. Perdamaian (homologasi) DAJK disahkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada (31/01/2017)

Meskipun kasasi diajukan debitur, proses kepailitan DAJK tetap diproses kurator sesuai dengan amanah UU kepailitan dan PKPU. Belitan utang DAJK sendiri mencapai lebih dari Rp1 triliun. [hid]

Komentar

 
x