Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:18 WIB
Hightlight News

IHSG Masih Bisa Menguat, Tapi ..

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 4 Desember 2017 | 06:15 WIB

Wall Street Memerah

IHSG Masih Bisa Menguat, Tapi ..
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan IHSG di bawah level 6.000 dan telah break down level support 5.972, membuat trend konsolidasi jangka pendek IHSG telah berubah menjadi trend turun.

Menurut praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko, secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek apabila gagal kembali menguat di atas 6.000. Indikator teknikal Stochastic dan MACD telah death cross dan bergerak turun, mengindikasikan bahwa IHSG dalam fase trend negatif (melemah) jangka pendek.

"Untuk pekan ini IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran support 5.900-5.915, sedangkan untuk resistennya diperkirakan akan berada dikisaran 6.015-6.035," katanya Minggu (3/12/2017).

Walaupun dalam jangka pendek trend IHSG sudah mulai turun, namun dalam jangka menegah IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channel line (garis paralel warna hitam pada gambar chart diatas). Selama bergerak di dalam uptrend channelnya, IHSG masih berpeluang menguat lagi.

Namun sebaliknya lebih hati-hati dalam trading selanjutnya, terutama apabila IHSG turun di bawah 5.900. Penembusan kebawah support 5.900, akan mematahkan uptrend channel IHSG, sehingga berpeluang untuk melemah lebih lanjut.

Setelah turun tajam di akhir pekan lalu, IHSG ada kemungkinan untuk mengalami teknikal rebound pada awal pekan besok. Memasuki bulan Desember yang merupakan bulan terakhir di tahun 2017, IHSG berpotensi untuk kembali menguat. Hal ini mengacu pada statistik IHSG dalam 10 tahun terakhir.

Sejak tahun 2008, IHSG selalu ditutup di teritori positif pada bulan Desember. Kondisi ini didorong oleh aksi window dressing, karena kemungkinan beberapa manajer investasi akan mulai berlomba-lomba menunjukkan performa yang baik sampai dengan penghujung tahun.

Pekan ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi rilis data domestik, seperti tingkat inflasi dan data manufaktur pada hari Senin, indeks keyakinan konsumen pada hari Kamis dan cadangan devisa pada hari Jum’at.

Sementara dari luar negeri, cukup banyak agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, diantaranya adalah hari Senin, Rilis data indeks keyakinan konsumen Jepang, Rilis data konstruksi Inggris, Pertemuan grup zona Eropa dan pernyataan Mario Draghi.  Selasa, Rilis data ritel Australia, Keputusan suku bunga dan Pernyataan RBA,  Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data neraca perdagangan dan sektor jasa AS.

Rabu, Rilis data GDP Australia, Rilis data pekerjaan ADP dan persediaan minyak AS. Kamis, Rilis data neraca perdagangan Australia, Rilis data GDP Zona eropa, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Rilis data klaim pengangguran AS.     Jum’at, Rilis data export-import dan perdagangan China, Rilis data GDP Jepang, Rilis data manufaktur dan neraca perdagangan Inggris, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS.

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x